Kompas.com - 09/06/2020, 15:03 WIB
Fandi Ahmad, pemain asing asal Singapura yang bermain di klub Niac Mitra pada musim kompetisi Galatama 1982-1983. BOLAFandi Ahmad, pemain asing asal Singapura yang bermain di klub Niac Mitra pada musim kompetisi Galatama 1982-1983.

SINGAPURA, KOMPAS.com - Konfederasi Sepak Bola Asia (AFC) punya catatan tersendiri tentang legenda sepak bola Indonesia asal Singapura, Fandi Ahmad.

Fandi Ahmad, kini sejajar dengan delapan pemain terbaik AFC yang pernah bermain di Eredivise Liga Belanda.

Baca juga: Legenda Sepak Bola Indonesia Asal Singapura Ini Masuk Daftar Pemain Terbaik

Selain Fandi, mereka adalah Park Ji Sung, Lee Young Pyom dan Huh Jing Mo (ketiganya asal Korsel dan ketiganya mantan penggawa PSV Eindhoven), dan pemain Jepang Shinji Ono (Feyenord Rotterdam).

Nama-nama lainnya adalah Alireza Jahanbakhsh (topskor Eredivisie musim 2018 asal Iran), Reza Ghoochannejhad (SC Heerenveen dan PEC Zwolle, asal Iran), Jason Culina (pemain Ajax dan PSF Eindhoven asal Australia), dan Brett Holman (pemain AZ Alkmaar asal Australia pada 2009).

Park Ji Sung, mantan pemain Manchester United, dalam konferensi pers di Malang, Sabtu (28/3/2015).KOMPAS.com/Yatimul Ainun Park Ji Sung, mantan pemain Manchester United, dalam konferensi pers di Malang, Sabtu (28/3/2015).

Baca juga: Cerita Fandi Ahmad, Berkarier Singkat di Liga Belanda tapi Tuai Hasil Maksimal

Di Indonesia, sebagai pemain, Fandi berseragam klub Galatama Niac Mitra Surabaya pada 1982-1983.

Lantas, Fandi yang merayakan HUT ke-58 pada 29 Mei 2020 ini menjadi juru taktik klub Pelita Jaya pada 2006-2010.

Fandi Ahmad dan puteranya, Irfan menyulut api SEA Games XXVIII di SIngapura,  Jumat (05/06/2015) Fandi Ahmad dan puteranya, Irfan menyulut api SEA Games XXVIII di SIngapura, Jumat (05/06/2015)

mengadu nasib ke Groningen, anggota Eredivisie Liga Belanda.

Di klub Negeri Kincir Angin itu, dia mengerahkan kemampuannya sepanjang 1983-1985.

Menurut AFC, sejatinya, saat kali pertama menjejakkan kaki di Belanda, Fandi adalah pemain Ajax Amsterdam.

Tapi, Ajax Amsterdam meminjamkan Fandi, kala itu ke Groningen.

Asisten pelatih Singapura, Fandi Ahmad, menyaksikan duel antara Indonesia dan Malaysia di Stadion Manahan, Selasa (6/9/2016).ESTU SANTOSO/JUARA Asisten pelatih Singapura, Fandi Ahmad, menyaksikan duel antara Indonesia dan Malaysia di Stadion Manahan, Selasa (6/9/2016).

Halaman:


Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X