Usai Dipecat PSSI, Simon McMenemy Emosional Dengar Lagu Indonesia Raya

Kompas.com - 09/06/2020, 15:00 WIB
Pelatih timnas Indonesia Simon McMenemy saat menyaksikan skuad asuhannya pada laga Indonesia vs Malaysia di Stadion Utama Gelora Bung Karno (SUGBK), Kamis (9/5/2019). KOMPAS.com/Garry LotulungPelatih timnas Indonesia Simon McMenemy saat menyaksikan skuad asuhannya pada laga Indonesia vs Malaysia di Stadion Utama Gelora Bung Karno (SUGBK), Kamis (9/5/2019).

KOMPAS.com - Pelatih asal Skotlandia, Simon McMenemy, masih emosional setiap kali mendengar lagu Indonesia Raya berkumandang.

Hal itu tidak lepas dari pengalaman Simon yang pernah menadi pelatih timnas Indonesia meski hanya sekitar 11 bulan.

Simon ditunjuk PSSI untuk menukangi timnas Indonesia pada 20 Desember 2018 dengan durasi kontrak dua tahun.

Namun, Simon gagal membawa timnas Indonesia berprestasi.

Di bawah asuhan Simon, timnas Indonesia gagal total saat mengikuti Kualifikasi Piala Dunia 2022.

Tergabung di Grup G, timnas Indonesia kalah beruntun pada empat laga awal sehingga peluang untuk lolos ke babak berikutnya nyaris tertutup.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Penurunan performa timnas Indonesia membuat PSSI memilih memecat Simon McMenemy pada 6 November 2019.

Simon dipecat empat hari setelah Mochamad Iriawan terpilih menjadi Ketua Umum PSSI periode 2019-2023 dalam Kongres Luar Biasa (KLB).

Baca juga: Tato dan Kecintaan Simon McMenemy terhadap Indonesia

Meski hanya sebentar, Simon menilai melatih timnas Indonesia adalah salah satu pengalaman terbaik dalam hidupnya.

Hal itu dibuktikan dengan perasaan Simon yang masih sangat emosional ketika mendengarkan lagu Indonesia Raya.

"Saya ikut pertemuan (sekolah) anak saya, dia baru berumur tiga tahun. Dia ikut sekolah di Selandia Baru," ucap Simon dilansir Bolasport.com dari kanal Youtube Bang Bes.

"Pertama mereka menyanyikan lagu nasional Selandia Baru dan kemudian menyanyikan lagu Indonesia Raya," ujar Simon menambahkan.

"Saya mulai terharu dan meneteskan air mata sebab kali terakhir saya dengar lagu Indonesia Raya, saya punya 80 ribu orang di belakang saya yang berdiri di stadion," jelas Simon.

Lebih lanjut, Simon menilai kegagalan membawa timnas berprestasi tidak membuat rasa cintanya terhadap Indonesia surut.

"Saya adalah pelatih yang mewakili negara (Indonesia). Tak banyak orang yang punya kesempatan seperti itu," kata Simon.

"Orang (yang melihat) tidak mengerti mengapa orang kulit putih ini menyanyikan lagu Indonesia Raya. Lagu itu sudah melekat di hati saya," tutur Simon menambahkan.

"Tidak masalah saya bagus atau buruk dalam pekerjaan saya (pelatih timnas Indonesia). Terserah bagaimana orang menilai," ucap Simon.

Baca juga: Simon McMenemy Akui Tak Mudah Terima Hujatan dari Warganet Indonesia

Di Indonesia, Simon tercatat pernah melatih tiga tim yakni Mitra Kukar, Pelita Bandung Raya, dan Bhayangkara FC.

Prestasi terbaik Simon adalah membawa Bhayangkara FC juara Liga 1 2017 dan finis urutan ketiga pada musim berikutknya.

Kini, setelah menganggur, Simon masih tinggal di Indonesia bersama keluarganya.

Terkait dengan masa depannya, Simon masih membuka peluang berkarier lagi di Indonesia meski tahu akan sangat sulit.

Untuk pengganti Simon di timnas Indonesia, PSSI menunjuk pelatih asal Korea Selatan, Shin Tae-yong, dengan memberi kontrak empat tahun. (Hugo Hardianto Wijaya)

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Sumber BolaSport
Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.