Dayen Gentenaar: Saya Dengar PSSI Cari Pemain Naturalisasi di Piala Dunia U-20

Kompas.com - 05/06/2020, 09:00 WIB
Pemain Belanda keturunan Indonesia, Dayen Gentenaar Instagram/Dayen GentenaarPemain Belanda keturunan Indonesia, Dayen Gentenaar
|

KOMPAS.com - Kiper muda Belanda, Dayen Gentenaar mengaku ingin membela timnas Indonesia karena mendengar kabar PSSI sedang berburu pemain naturalisasi untuk Piala Dunia U-20 2021.

Nama Dayen Gentenaar mencuat di perbincangan publik sepak bola Indonesia usai diketahui ia putra dari seorang kiper legendaris NEC Nijmegen, Dennis Gentenaar.

Jejak karier Dennis Gentenaar juga cukup menterang. Ia pernah membela Dortmund pada 2005-2006 dan Ajax Amsterdam pada 2006-2009.

Baca juga: Bek Timnas Sempat Berat Melihat Istri Tetap Dinas di Tengah Pandemi Virus Corona

Mengikuti jejak sang ayah sebagai kiper, Dayen Gentenaar kini belum memiliki klub sejak terakhir kali memperkuat AFC Amsterdam U-19 musim lalu.

Pada beberapa kesempatan, kiper blasteran Indonesia-Belanda itu berujar bahwa tertarik bermain di Indonesia.

Hal itu ia ungkapkan ketika melakukan wawancara dengan pemain Indonesia yang berkarier di Belanda, Yussa Nugraha.

Memiliki darah Indonesia dari sang ayah, ia berharap bisa segera membela timnas Indonesia.

Baca juga: Shin Tae-yong Ungkap Rencana Kembali ke Indonesia

"Papaku yang berasal dari Indonesia. Dia dari Bandung," ujarnya di channel Youtube Yussa Nugraha.

Saat ditanya Yussa mengenai harapan untuk membela timnas Indonesia, Dayen sangat berharap bisa membela timnas Indonesia.

Dayen juga mengaku pernah mendengar bahwa PSSI sedang mencari pemain keturunan untuk membela timnas Indonesia di Piala Dunia U-20 2021.

Halaman:


Sumber BolaSport
Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar di artikel lainnya
Close Ads X