Kompas.com - 04/06/2020, 21:30 WIB
Pelatih Timnas Indonesia Shin Tae-yong memberikan instruksi saat seleksi pemain Timnas Indonesia U-19 di Stadion Wibawa Mukti, Cikarang, Bekasi, Jawa Barat, Senin (13/1/2020). Sebanyak 51 pesepak bola hadir mengikuti seleksi pemain Timnas U-19 yang kemudian akan dipilih 30 nama untuk mengikuti pemusatan latihan di Thailand. ANTARA FOTO/HAFIDZ MUBARAK APelatih Timnas Indonesia Shin Tae-yong memberikan instruksi saat seleksi pemain Timnas Indonesia U-19 di Stadion Wibawa Mukti, Cikarang, Bekasi, Jawa Barat, Senin (13/1/2020). Sebanyak 51 pesepak bola hadir mengikuti seleksi pemain Timnas U-19 yang kemudian akan dipilih 30 nama untuk mengikuti pemusatan latihan di Thailand.

KOMPAS.com – Pelatih berpaspor Korea Selatan, Shin Tae-yong mengaku mengalami kesulitan usai ditunjuk PSSI menangani timnas Indonesia.

Seperti diketahui, Shin Tae-yong yang menemani tawaran PSSI dihadapkan pada pekerjaan menangani timnas senior, timnas U23, dan timnas U19.

Perihal timnas senior, Shin Tae-yong bakal menjalani laga sisa di Kualifikasi Piala Dunia 2022.

Sementara, timnas U23 Indonesia, Shin Tae-yong, tidak memiliki agenda turnamen dalam waktu dekat.

Baca juga: Reaksi Shin Tae-yong Mengetahui Ada Pemain Timnas U19 Indonesia Latihan di Parkiran Motor

Shin Tae-yong juga tengah difokuskan untuk membawa timnas U-19 di dua ajang yaitu Piala Asia U-19 2020 dan Piala Dunia U-20 2021.

Menangani timnas di tiga kalangan usia berbeda, Shin Tae-yong mengaku kerepotan.

Masalahnya, yang dihadapi Shin Tae-yong bukanlah soal kebutuhan untuk mendapatkan skuad bagus tetapi bagaimana membangun gaya permainan timnas Indonesia.

Hal itu dirasakan Shin Tae-yong setiap mengumpulkan pemain untuk dipanggil mengikuti pemusatan latihan timnas Indonesia.

Baca juga: Reaksi Shin Tae-yong Mengetahui Ada Pemain Timnas U19 Indonesia Latihan di Parkiran Motor

Berdasarkan pengamatannya, Shin menyebut akan lebih mudah mengembangkan sepak bola dalam jangka panjang dengan membentuk pemain muda ketimbang membangun skuad yang ada.

"Awalnya saya kira tidak terlalu sulit (menangani tiga timnas). Namun, ternyata lebih sulit ketika sudah mengumpulkan pemain," ucap Shin seperti BolaSport kutip dari KBS Sport.

"Kendati demikian, untuk mengembangkan sepakbola Indonesia dalam jangka waktu panjang, akan lebih mudah memulai dari pemain muda," imbuhnya.

Lebih lanjut, kesulitan bertambah ketika timnas senior Indonesia dipaksa menelan lima kekalahan beruntun dalam kualifikasi Piala Dunia 2022.

Baca juga: Bek Timnas Sempat Berat Melihat Istri Tetap Dinas di Tengah Pandemi Virus Corona

Melihat catatan kurang baik tim senior, ia pun akhirnya lebih memprioritaskan menangangi timnas U19 Indonesia.

"Tim senior sudah pasti sulit lolos ke babak berikutnya, karena menelan kekalahan di lima pertandingan," ujar Shin Tae-yong.

"Timnas U23 tidak mempunyai agenda. Hal paling penting adalah Piala Dunia U20.”

"Itu digelar di Indonesia tahun depan, sehingga menjadi prioritas." imbuhnya. (Eko Isdiyanto)



Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Barcelona Vs Atletico - Lagi, Messi dkk Berlaga Tanpa Koeman

Barcelona Vs Atletico - Lagi, Messi dkk Berlaga Tanpa Koeman

Liga Spanyol
Juventus Vs AC Milan, Doa Buruk Bintang Muda Bianconeri untuk Ibrahimovic

Juventus Vs AC Milan, Doa Buruk Bintang Muda Bianconeri untuk Ibrahimovic

Liga Italia
Persebaya Tidak Tanggapi Serius Polemik Regulasi Baru yang Bikin Gaduh

Persebaya Tidak Tanggapi Serius Polemik Regulasi Baru yang Bikin Gaduh

Liga Indonesia
Daftar Juara Liga Europa dalam 10 Tahun Terakhir

Daftar Juara Liga Europa dalam 10 Tahun Terakhir

Sports
Liga 1 2021 Tanpa Degradasi, Madura United Ingin Kompetisi Kompetitif

Liga 1 2021 Tanpa Degradasi, Madura United Ingin Kompetisi Kompetitif

Liga Indonesia
Direktur Mandalika Racing Team: Kami Punya 'Feeling' Bagus soal Dimas Ekky

Direktur Mandalika Racing Team: Kami Punya "Feeling" Bagus soal Dimas Ekky

Motogp
Prediksi Line Up Barcelona Vs Atletico, Duel Tim Penantang Gelar

Prediksi Line Up Barcelona Vs Atletico, Duel Tim Penantang Gelar

Liga Spanyol
Keluarga Glazers Akhirnya Minta Maaf dan Tampung Tuntutan Fans Man United

Keluarga Glazers Akhirnya Minta Maaf dan Tampung Tuntutan Fans Man United

Liga Inggris
Barcelona Vs Atletico - Blaugrana Siapkan Kejutan untuk Luis Suarez

Barcelona Vs Atletico - Blaugrana Siapkan Kejutan untuk Luis Suarez

Liga Spanyol
Jadwal Tinju Dunia, Duel Unifikasi Canelo Alvarez Vs Billy Joe Saunders

Jadwal Tinju Dunia, Duel Unifikasi Canelo Alvarez Vs Billy Joe Saunders

Sports
Keputusan UEFA terhadap Klub-klub Pembangkang Anggota Super League

Keputusan UEFA terhadap Klub-klub Pembangkang Anggota Super League

Sports
Man United Main 4 Kali dalam 8 Hari: Solskjaer Meradang, Bruno Siap Perang

Man United Main 4 Kali dalam 8 Hari: Solskjaer Meradang, Bruno Siap Perang

Liga Inggris
Profil Callum Wilson, Bomber Ganas Newcastle United

Profil Callum Wilson, Bomber Ganas Newcastle United

Sports
Jadwal Liga Spanyol - Penentuan Puncak: Barcelona Vs Atletico, Real Madrid Vs Sevilla

Jadwal Liga Spanyol - Penentuan Puncak: Barcelona Vs Atletico, Real Madrid Vs Sevilla

Liga Spanyol
Jadwal Liga Inggris - Man City Vs Chelsea, Laga Penentu Gelar Juara

Jadwal Liga Inggris - Man City Vs Chelsea, Laga Penentu Gelar Juara

Liga Inggris
komentar di artikel lainnya
Close Ads X