Anggota Exco PSSI Nilai Sepak Bola Indonesia Mustahil Digelar Tertutup

Kompas.com - 02/06/2020, 21:46 WIB
Hasani Abdulgani, CEO Mahaka Sports and Entertainment Fernando Randy/Juara.net Hasani Abdulgani, CEO Mahaka Sports and Entertainment

Menurutnya, pertandingan tanpa penonton tidak bisa diberlakukan di Indonesia karena klub masih sangat bergantung dengan penjualan tiket.

"Sepak bola Indonesia tanpa penonton, bisa miskin semua. Klub itu mendapatkan subsidi tidak besar. Kalau rata-rata pengeluaran klub Rp 20 miliar, subsidinya cuma Rp 5 miliar," ujar Hasani

"Artinya, dari mana pemasukannya lagi? Dari tiket atau sponsor lokal. Sponsor lokal kalau tidak ada penonton juga tidak mau untuk mensponsori," kata Hasani.

"Jadi jangan berpikir bisa membuat pertandingan tanpa penonton di Indonesia," tutur Hasani menambahkan.

Baca juga: Usulan Liga 1 Dilanjutkan September, Pelatih Persela Katakan OK

Liga 1 2020 sudah ditangguhkan sejak pertengahan Maret setelah menyelesaikan tiga pekan awal.

Setelah resmi ditunda, PSSI memilih 31 Mei 2020 sebagai tenggat waktu penentuan kelanjutan kompetisi.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Dalam keterangannya, PSSI menyebut kelanjutan kompetisi akan ditentukan dengan status darurat bencana pandemi virus corona di Indonesia.

Pada 27 Mei 2020, PSSI sudah menggelar rapat dengan PT LIB, tim Liga 1 dan Liga 2 untuk membahas kelanjutan kompetisi.

Namun, hingga saat ini status kompetisi masih belum bisa ditentukan meski PSSI sudah dua kali menggelar rapat.

PSSI dikabarkan tidak ingin agenda sepak bola berhenti total dengan pertimbangan perkembangan timnas Indonesia.

Hal itu tidak lepas dari agenda timnas senior yang akan mengikuti Piala AFF pada November 2020 dan status Indonesia selaku tuan rumah Piala Dunia U20 2021. (Faizal Rizki Pratama)

Halaman:


Sumber BolaSport
Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.