Pertimbangan dan Alasan Persela Ingin Liga 1 2020 Dihentikan

Kompas.com - 28/05/2020, 20:30 WIB
Pemain senior Persela Lamongan Achmad Bustomi bersalaman dengan official Sabah FA seusai laga terakhir penyisihan Grup B Piala Gubernur Jatim 2020 yang berakhir dengan skor 2-2 di Stadion Kanjuruhan Malang, Jawa Timur, Sabtu (15/02/2020) sore. KOMPAS.com/Suci RahayuPemain senior Persela Lamongan Achmad Bustomi bersalaman dengan official Sabah FA seusai laga terakhir penyisihan Grup B Piala Gubernur Jatim 2020 yang berakhir dengan skor 2-2 di Stadion Kanjuruhan Malang, Jawa Timur, Sabtu (15/02/2020) sore.

LAMONGAN, KOMPAS.com - Persela Lamongan ikut menyuarakan agar kompetisi Liga 1 2020 dihentikan secara total.

Menurut kubu Jawa Timur tersebut, keselamatan masyarakat menjadi pertimbangan utama.

Selain itu, melanjutkan kompetisi Liga 1 2020 tanpa jaminan kesehatan juga dirasa bakal menciptakan problem baru.

Latar belakang keputusan Persela Lamongan tersebut adalah kondisi kabupaten Lamongan yang masih belum kondusif dari pandemi Covid-19 terlihat dari grafik kasus yang masih meningkat.

"Kondisi di Lamongan saat ini, yang terkonfirmasi positif Covid-19 belum terlihat adanya penurunan signifikan. Seandainya kompetisi dilanjutkan dalam waktu dekat, kemungkinan Persela belum bisa menggelar pertandingan," kata manajer Persela Lamongan, Yunan Achmadi.

Baca juga: Lebaran Tak Bisa Halalbihalal, Kapten Persela Petik Hikmah

Menurut mereka, bergulirnya kembali Liga 1 2020 juga akan menciptakan risiko lebih besar bagi pemain dan official pertandingan serta berbuntut ke masyarakat Indonesia pada akhirnya.

Selain itu, protokol-protokol pencegahan yang akan diterapkan di stadion pun juga tidak cukup menjadi solusi.

Lantaran, tidak ada jaminan prototol tersebut bisa memutus secara tuntas penyebaran Covid-19 di lingkungan stadion.

“Siapa bisa menjamin suporter yang datang ke stadion hanya berdiam diri, tidak berjingkrak, bernyanyi bersama, berpelukan, dan berteriak-teriak saat tim kebanggaannya mencetak gol," ucapnya.

"Ketika tidak ada jaminan atas itu semua, pada waktu bersamaan ancaman kesehatan dan keselamatan tersebut datang."

Baca juga: Persela Lelang 13 Jersey, Milik Choirul Huda Laku Harga Tertinggi

Sementara, Persela juga tidak melihat usulan pertandingan tanpa penonton sebagai solusi.

Penjualan tiket menjadi salah satu pendapatan terbesar yang dimiliki klub.

Tentu, klub akan merasa keberatan karena mereka harus tetap mengeluarkan biaya besar untuk membayar kewajiban kepada pemain.

Apalagi, biaya untuk menggelar satu pertandingan tidaklah murah.



25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar di artikel lainnya
Close Ads X