Saddil Ramdani Sebut Lebaran Kali Ini Sangat Spesial

Kompas.com - 27/05/2020, 05:20 WIB
Pemain Bhayangkara FC musim 2020, Saddil Ramdani bersama keluarganya saat merayakan Hari Raya Idul Fitri. Dokumentasi PribadiPemain Bhayangkara FC musim 2020, Saddil Ramdani bersama keluarganya saat merayakan Hari Raya Idul Fitri.

KENDARI, KOMPAS.com - Meskipun merayakan Lebaran di tengah pandemi virus corona, Saddil Ramdani tetap menikmati suasana hari raya Idul Fitri tahun ini.

Bahkan, dia menyebut Lebaran kali ini lebih istimewa daripada tahun-tahun sebelumnya.

Sejak kompetisi Liga 1 2020 dihentikan, Saddil Ramdani memutuskan untuk pulang ke kampung halamannya di Kendari, Sulawesi Tenggara.

Panjangnya waktu libur juga membuat dia bisa menikmati bulan Ramadhan secara penuh bersama keluarga, mulai dari awal puasa hingga hari Lebaran tiba.

Baca juga: Meski Berbeda, Begini Cara Jacksen F Tiago Rayakan Lebaran bersama Keluarga

Ini menjadi kesempatan yang langka baginya sejak menjajaki karier sebagai pemain profesional.

Sebab, setiap tahunnya, dia tidak memiliki cukup waktu untuk melepaskan rasa rindu dengan seluruh anggota keluarga saat hari raya Idul Fitri.

Terakhir kali dia mendapatkan kesempatan ini saat masih berstatus pemain akademi atau junior.

"Hari Lebaran ini sangat spesial. Yang membuat istimewa adalah saya bisa berkumpul bersama keluarga. Itu menjadi sebuah kebahagiaan yang tidak bisa dibayar dengan apa pun," kata pemain Bhayangkara FC itu kepada Kompas.com, Selasa (26/5/2020).

"Yang tadinya saya tidak sempat kumpul lama sekarang bisa bercanda tawa bersama mereka. Hampir dua bulan full saya di kampung halaman," katanya.

Baca juga: Hasil Liga Jerman, Dortmund dan 3 Tim Tuan Rumah Gagal Menang

Pemain timnas Indonesia ini mengakui dua bulan terakhir menjadi masa-masa indah baginya. Berbagai kegiatan bisa dia lakukan bersama dengan keluarganya, mulai dari silahturahim, berbuka puasa bersama, bakar-bakar makanan, hingga olahraga bersama.

Namun, yang paling penting Saddil Ramdani merasa gembira bisa menikmati Lebaran tanpa dikejar waktu.

Sebab, biasanya waktu silaturahim sangat terbatas karena tuntutan jadwal kompetisi yang sangat padat.

"Kini berlebaran bersama tanpa buru-buru balik merantau, masih bisa bersilaturahim dengan keluarga lain, mulai dari nenek, saudara-saudara sepupu, maupun keponakan yang ada di Kendari," katanya.



Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X