Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

Kaka Enggan Sebut Final Liga Champions 2007 sebagai Ajang Balas Dendam

Kompas.com - 25/05/2020, 07:00 WIB
Benediktus Agya Pradipta,
Aloysius Gonsaga AE

Tim Redaksi

Sumber AC Milan

KOMPAS.com - Mantan pemain AC Milan dan Real Madrid, Ricardo Kaka, mengenang salah satu momen tak terlupakan dalam kariernya sebagai pesepak bola profesional.

Momen yang dimaksud adalah ketika Kaka berhasil membawa AC Milan menjuarai Liga Champions musim 2006-2007.

Kala itu, AC Milan berhak merengkuh trofi Liga Champions setelah menaklukkan Liverpool pada partai puncak yang digelar di Stadion Olimpiade Athena, 23 Mei 2007.

Banyak yang menilai bahwa duel kontra Liverpool pada final Liga Champions 2006-2007 adalah ajang balas dendam bagi AC Milan.

Sebab, pada dua edisi sebelumnya, AC Milan gagal menyabet gelar Liga Champions setelah menderita kekalahan tragis dari Liverpool dalam laga pamungkas yang dihelat di Istanbul, Turki.

Klub berjulukan I Rossoneri itu takluk lewat drama adu penalti setelah sempat unggul 3-0 pada babak pertama.

Baca juga: Saat Terburuk Kaka, Momen Menyakitkan Istanbul 2005...

Laga tersebut kemudian diakui Kaka sebagai momen terburuk dalam kariernya.

Kendati demikian, peraih satu trofi Ballon d'Or itu enggan menyebut final 2007 sebagai ajang balas dendam atas kekalahan menyakitkan tersebut.

"Saya tidak suka menyebutnya sebaga balas dendam, tetapi itu memang luar biasa dan merupakan suatu keajaiban," kata Kaka dalam wawancara yang diunggah pada laman resmi AC Milan.

"Skuad kami berbeda dengan 2005, karena kami tidak lagi memiliki Hernan Crespo dan Andriy Shevchenko," imbuh dia.

Baca juga: Momen 13 Tahun Lalu, Ricardo Kaka Ciptakan Duel Evra Vs Heinze di Old Trafford

Dalam duel tersebut, AC Milan berhasil ungul lebih dulu lewat dua gol Filippo Inzaghi pada menit ke-45 dan 82.

Namun, satu menit sebelum laga usai, Liverpool sempat memperkecil ketinggalan menjadi 1-2 lewat gol Dirk Kuyt.

Gol sundulan pemain berkebangsaan Belanda itu kemudian sempat membuat para pemain AC Milan, termasuk Kaka, merasa panik.

Kaka mengaku takut kejadian menyakitkan pada final Liga Champions 2005 kembali terjadi.

"Rasanya mengerikan ketika Kuyt mencetak gol. Kenangan buruk 2005 seolah menghantui kami lagi," ujarnya.

"Kami merasakan ketakutan, pikiran kami penuh dengan kata, 'oh tidak, itu terjadi lagi'. Untungnya, kami bertahan dan bisa merayakan kemenangan pada akhir laga," tutur Kaka menjelaskan.

Simak breaking news dan berita pilihan kami langsung di ponselmu. Pilih saluran andalanmu akses berita Kompas.com WhatsApp Channel : https://www.whatsapp.com/channel/0029VaFPbedBPzjZrk13HO3D. Pastikan kamu sudah install aplikasi WhatsApp ya.

Video rekomendasi
Video lainnya


Terkini Lainnya

Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
komentar di artikel lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com