Dikritik FIFPro Soal Pemotongan Gaji, Ketum PSSI Beri Tanggapan

Kompas.com - 23/05/2020, 18:00 WIB
Ketua Umum PSSI, Mochamad Iriawan, saat memberi arahan di rapat luar biasa yang dihadiri pengurus PT LIB serta manajer tim Liga 1 dan Liga 2 di Hotel Fairmount, Senin 16 Maret 2020. DOK. PSSIKetua Umum PSSI, Mochamad Iriawan, saat memberi arahan di rapat luar biasa yang dihadiri pengurus PT LIB serta manajer tim Liga 1 dan Liga 2 di Hotel Fairmount, Senin 16 Maret 2020.

KOMPAS.com - Ketua Umum PSSI, Mochamad Iriawan, merespons kritik Federasi Pesepak Bola Profesional Dunia ( FIFPro) soal pemotongan gaji pemain Liga 1 dan Liga 2 2020.

PSSI selaku induk sepak bola Indonesia menerapkan kebijakan pemotongan maksimal 75 persen gaji pemain selama pandemi Covid-19.

Dengan demikian, PSSI mempersilakan klub-klub peserta Liga 1 dan Liga 2 untuk menggaji pemain maksimal 25 persen pada Maret hingga Juni 2020.

Poin itu tertera dalam Surat Keputusan bernomor SKEP/48/III/2002 tanggal 27 Maret 2020.

Baca juga: PSSI Pastikan Sudah Lunasi Gaji Shin Tae-yong dan Staf Pelatih Timnas Indonesia

Namun, berdasarkan pemberitaan sebelumnya, PSSI dianggap tidak mengikutsertakan Asosiasi Pesepak Bola Profesional Indonesia (APPI) dalam mengambil keputusan terkait pemotongan gaji pemain.

Situasi ini dinilai tidak sesuai dengan standar yang telah diberikan FIFA selaku induk sepak bola dunia.

Sebelumnya, FIFA dan AFC berpesan kepada semua federasi di bawah mereka, termasuk PSSI, untuk bekerja sama dengan klub dan pemain dalam urusan pemotongan gaji di tengah pandemi.

"PSSI mengintervensi hubungan kerja pemain tanpa keinginan untuk mengundang serikat pesepak bola ke meja perundingan," ucap Direktur Legal FIFPro, Roy Vermeer, dikutip dari Antara.

Baca juga: FIFPro: Pesepak Bola yang Alami Gejala Depresi Meningkat

Situasi semakin diperkeruh setelah FIFPro menemukan fakta bahwa sejak April 2020, tak ada satupun klub Liga 1 yang membayar pemain lebih dari 25 persen. Bahkan, ada dua tim yang hanya memberikan 10 persen dari gaji normal.

Adapun di Liga 2, seluruh tim (24) membayar penghasilan pemain antara 10 hingga 15 persen dari kesepakatan.

Halaman:
Menangkan e-Voucher Belanja total jutaan rupiah. Kumpulkan poin di Kuis Hoaks/Fakta. *S&K berlaku
Ikut


Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar di artikel lainnya
Close Ads X