Berkaca dari Lukaku dan Sanchez, Solskjaer Tak Inginkan Pemain Pecundang di Man United

Kompas.com - 21/05/2020, 21:40 WIB
Pelatih Setan Merah, Ole Gunnar Solskjaer, setelah laga Manchester United vs Burnley dalam lanjutan pekan ke-24 Liga Inggris 2019-2020. AFP/PAUL ELLISPelatih Setan Merah, Ole Gunnar Solskjaer, setelah laga Manchester United vs Burnley dalam lanjutan pekan ke-24 Liga Inggris 2019-2020.

KOMPAS.com - Juru taktik Manchester United, Ole Gunnar Solskjaer, menegaskan betapa pentingnya kekompakkan tim bagi sistem pelatihannya.

Mengacu kepergian Romelu Lukaku dan Alexis Sanchez pada musim lalu, Solskjaer mengatakan lebih baik ada 'lubang' dalam timnya daripada harus memiliki pemain yang tak berdedikasi kepada Man United.

Solskjaer sempat dihujani kritikan usai melepaskan Lukaku dan Sanchez ke Inter Milan pada 2019 lalu.

Lukaku hijrah ke Inter Milan pada Agustus 2019. Tak lama setelahnya, Alexis Sanchez juga pergi ke Nerazzuri (julukan Inter Milan) dengan status pemain pinjaman.

Baca juga: Solskjaer Jawab Spekulasi soal Pogba dan Bruno Fernandes

Pada akhirnya, Solskjaer mengungkapkan alasannya melepas dua penyerangnya itu ke Inter Milan.

Solskjaer mengatakan dia tak ingin mempertahankan pemain yang hanya memikirkan kepentingan pribadi dan tak bisa beradaptasi demi kemajuan tim.

"Saya lebih suka memiliki 'lubang' (atau ketidaksempurnaan) dalam skuad daripada pecundang," kata Ole Gunnar Solskjaer yang dikutip dari Goal.

"Kepribadian sangat penting karena kami adalah sebuah tim. Anda ingin pemain yang memiliki ego dan keunggulan di lapangan, tetapi mereka harus mampu beradaptasi dengan tim."

"Akan selalu ada pemain yang ingin tampil lebih sering di sebuah pertandingan. Namun, jika ingin tim sukses mereka harus bersedia dimainkan pada waktu yang berbeda," ujar Solskjaer lagi.

"Saya rasa saat ini Man United tidak memiliki pemain yang bisa merugikan klub," tutur pelatih asal Norwegia itu melanjutkan.

Baca juga: Syarat Pogba Tampil Hebat di Man United: Bermain Seperti Frank Lampard

Sementara itu, setelah sempat tertatih pada awal musim 2019-2020, Solskjaer kini perlahan kembali membawa Man United ke permainan terbaiknya.

Sebelum kompetisi dihentikan karena virus corona, Man United tercatat tak terkalahkan dalam 11 pertandingan terakhir dengan 8 kemenangan dan 3 kali bermain imbang.

"Ketika Anda menang, semuanya mudah. Justru ketika mengalami masa-masa sulit, Anda bisa melihat siapa yang diinginkan di tim dan yang memiliki mentalitas juara," ujarnya.



Sumber Goal
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X