Diusulkan Persipura, Maruarar: Mengurus Sepak bola Harus Konsisten

Kompas.com - 19/05/2020, 19:30 WIB
Maruarar Sirait menyerahkan laporan penyelenggaraan Piala Presiden 2018 kepada Presiden Joko Widodo, 16 Juli 2018. Dok. Piala PresidenMaruarar Sirait menyerahkan laporan penyelenggaraan Piala Presiden 2018 kepada Presiden Joko Widodo, 16 Juli 2018.
|

KOMPAS.COM - Persipura Jayapura mengusulkan Maruarar Sirait sebagai salah satu Direksi PT Liga Indonesia Baru ( LIB).

Soal usulan dari Mutiara Hitam itu, Ara, begitu dirinya disapa, menegaskan, mengurus sepak bola harus konsieten terutama soal transparansi.

Diketahui, tiga direksi PT LIB, Cucu Sumantri yang menjabat sebagai Direktur Utama (Dirut) PT LIB, dan tiga komisaris PT LIB seperti Sonhadji, Hasani Abdul Gani, dan Hakim Putratama memutuskan mundur dari jabatan tersebut.

Sebelum ada pengganti, Persipura yang masuk dalam klub-klub sebagai pemegang saham terbesar menyebutkan nama Maruarar jadi satu dari tiga nama yang dinilai layak diberikan kepercayaan tersebut. Selain Ara, ada juga nama Tommy Welly dan Tigor Shalom Boboy.

Maruarar akrab dengan turnamen Piala Presiden. Untuk sepak bola sudah empat kali ajang itu dipimpinnya sebagai Ketua Steering Committee (SC).

Baca juga: Hasil RUPSLB, Cucu Soemantri Resmi Mundur dari Jabatan Direktur Utama PT LIB

Tidak hanya di sepak bola, penyelenggaraan Piala Presiden juga berlangsung sukses di cabang olahraga bola basket.

Bagi Maruarar, ada empat poin penting kenapa Piala Presiden bisa berjalan lancar dan sukses tanpa ada masalah.

Yang paling penting menurut pria kelahiran Medan, Sumatera Utara, 50 tahun silam itu adalah, mengurus sepak bola harus memegang teguh konsistensi.

“Pertama, harus konsisten harus di audit. Makanya Piala Presiden selalu di audit oleh PwC (PricewaterhouseCoopers). Auditor yang kelasnya internasional. Apalagi pak Presiden Jokowi juga maunya sepak bola Indonesia ke wilayah internasional. Jadi harus auditornya internasional. Makanya selama Piala Presiden sepak bola empat kali penyelenggaraan selalu diaudit PwC dan hasilnya selalu bagus,” ungkap Maruarar.

“Nomor dua, tidak menggunakan uang negara. Kami buktikan selama kami membuat event Piala Presiden baik sepak bola empat kali dan basket sekali, tidak pernah menggunakan uang negara. Dan buktinya, sponsornya banyak. Nomor tiga, semua hak-hak klub, hak-hak pemain, hadiah-hadiah tidak pernah terlambat,” lanjutnya.

Halaman Selanjutnya
Halaman:


25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X