Persik Kediri Kurang Puas dengan RUPS Luar Biasa

Kompas.com - 19/05/2020, 08:40 WIB
Pemain Persik Kediri Jefferson Alves Oliveira, Gaspar Vega, Dany Saputra, Ibrahim Sanjaya dan Ady Eko (kiri-kanan) saat pembukaan Liga 1 2020 sebelum melawan Persebaya Surabaya di Stadion Gelora Bung Tomo Surabaya, Jawa Timur, Sabtu (29/02/2020) malam. KOMPAS.com/Suci RahayuPemain Persik Kediri Jefferson Alves Oliveira, Gaspar Vega, Dany Saputra, Ibrahim Sanjaya dan Ady Eko (kiri-kanan) saat pembukaan Liga 1 2020 sebelum melawan Persebaya Surabaya di Stadion Gelora Bung Tomo Surabaya, Jawa Timur, Sabtu (29/02/2020) malam.

KEDIRI, KOMPAS.com - Rapat Umum Pemegang Saham ( RUPS) Luar Biasa PT LIB akhirnya digelar secara virtual pada Senin (18/05/2020) siang. Rapat yang dihadiri oleh 18 perwakilan klub tersebut digelar melalui video conference.

Rapat dibuka dengan pengundurkan diri Direktur Utama PT LIB, Cucu Soemantri beserta tiga komisaris lainnya.

Pengunduran diri ini ditengarai sebagai jawaban Cucu Soemantri atas kritik keras terhadap kurang maksimalnya pengelolaan bisnis dan praktik nepotisme yang dialamatkan kepadanya.

Agenda kemudian dilanjutkan dengan laporan pertanggungjawaban oleh tiga direksi PT LIB.

Baca juga: Madura United: RUPS Luar Biasa Tidak Berjalan Sesuai Ekspetasi

Sayang, pada RUPSLB masalah kelanjutan kompetisi serta masalah hak komersial klub tidak dibahas.

Padahal, dua bahasan ini ditenggarai sebagai tujuan awal diadakannya RUPS Luar Biasa.

Sejumlah tim pun mengaku kurang puas dengan hasil ini termasuk Persik Kediri.

Presiden Persik Kediri, Abdul Hakim Bafagih, kecewa dengan rapat tersebut. Dia menilai pihak tim tidak mendapatkan banyak kesempatan bersuara pada RUPSLB kali ini.

“Saya menyesalkan terjadinya RUPS yang seperti ini. Banyak pokok pikiran klub yang belum tersampaikan,” kata Abdul Hakim Bafagih kepada Kompas.com .

Presiden klub berusia 26 tahun tersebut menilai alur rapat berjalan dengan sangat cepat.

Baca juga: Dua Tuntutan Borneo FC dalam RUPS Luar Biasa yang Digelar Hari Ini

 

Sehingga, pihak klub tidak tidak memiliki kesempatan untuk berinteraksi secara langsung dengan agenda yang dibawakan.

Padahal, Abdul Hakim Bafagih mengakui Persik Kediri memiliki banyak pertanyaan kepada PT LIB.

Alhasil, dia merasa RUPSLB kali ini tidak berjalan maksimal.

“Intinya, klub tidak diberikan kesempatan untuk bertanya dalam rapat. Sekedar ditanyakan setuju atau tidak, tapi belum jelas apa yang perlu disetujui,” pungkas pria yang juga anggota DPR RI.



Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar di artikel lainnya
Close Ads X