Thierry Henry Mengaku Malu Setelah Cetak Hattrick ke Gawang Norwich

Kompas.com - 16/05/2020, 20:40 WIB
Thierry Henry (kiri) saat merayakan gol bersama Arsene Wenger pada laga antara Arsenal dan Manchester United di Stadion Emirates, 21 Januari 2007. ADRIAN DENNIS/AFPThierry Henry (kiri) saat merayakan gol bersama Arsene Wenger pada laga antara Arsenal dan Manchester United di Stadion Emirates, 21 Januari 2007.

KOMPAS.com - Thierry Henry mengungkapkan kalau dia pernah merasa malu karena bermain buruk kendati pada saat yang bersamaan juga mencetak hattrick.

Legenda Arsenal, Thierry Henry, menjadi salah satu pemain yang mencatatkan hattrick paling banyak di Premier League, kasta teratas Liga Inggris.

Thierry Henry membukukan delapan hattrick selama berkiprah di Premier League. Salah satunya dicetak saat Arsenal menang 4-1 atas Norwich pada musim 2004-2005.

Namun, Henry mengungkapkan ia justru tidak merayakan pencapaiannya tersebut karena merasa tak puas dengan penampilan di lapangan.

Baca juga: Sebelum ke Arsenal, Thierry Henry Nyaris Gabung Udinese

"Saya justru merasa malu meskipun mencetak hattrick saat melawan Norwich. Saat itu saya bermain sangat buruk, tetapi mencetak tiga gol," kata Thierry Henry dilansir dari Metro.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

"Saat pertandingan selesai, para jurnalis mengatakan bahwa saya bermain bagus."

"Akan tetapi, saya tidak bermain bagus saat itu. Saya mencetak gol, tetapi permainanku sangat buruk," imbuh pria berusia 42 tahun ini. 

Pada saat bersamaan, Henry juga mengungkapkan penyerang kerap mendapat pujian karena menciptakan banyak gol. 

Secara tidak langsung itu membuat para penyerang hanya fokus untuk mencetak gol dan merasa bakal dapat bantuan dari para pemain di lapangan untuk menuntaskan keinginannya tersebut.

Padahal, Henry menilai mencetak assist juga sama pentingnya.

"Tidak adil menilai striker hanya dari gol-golnya saja. Itulah mengapa saat bermain saya selalu berpikir menciptakan assist juga sama pentingnya," ucap Thierry Henry.

"Jadi, sebisa mungkin saya membantu tim dan memberikan assist. Bagi saya, assist sama pentingnya dengan gol," imbuhnya lagi.

Baca juga: Rasa Tidak Enak Thierry Henry ke Fabien Barthez Setelah Cetak Gol Voli Fantastis

Serangkaian prestasi dan kehebatannya itu membuat Thierry Henry bakal selalu dikenang sebagai salah satu pemain terbaik yang pernah Arsenal miliki. 

Melansir Transfermarkt, Thierry Henry membukukan 228 gol dan 92 assists dari 375 pertandingannya bersama Arsenal.

Dia juga merupakan salah satu pemain kunci Arsenal Invincibles pada musim 2003-2004.

Keberhasilannya tersebut membawa Henry meraih trofi Sepatu Emas Liga Inggris sebanyak empat kali.

Thierry Henry mengklaim Sepatu Emas Liga Inggris pada musim 2001-2002, 2003-2004, 2004-2005, dan 2005-2006.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Sumber Metro
Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Fakta Piala Thomas yang Pulang ke Indonesia, Tinggi 71 Cm dan Tertulis Inskripsi IBF

Fakta Piala Thomas yang Pulang ke Indonesia, Tinggi 71 Cm dan Tertulis Inskripsi IBF

Badminton
Top Skor Liga Inggris - Mo Salah Teratas, CR7 Melempem Lagi

Top Skor Liga Inggris - Mo Salah Teratas, CR7 Melempem Lagi

Liga Inggris
Indonesia Terancam Tak Bisa Jadi Host Event Olahraga Internasional, Ini Penjelasan Ketum KOI

Indonesia Terancam Tak Bisa Jadi Host Event Olahraga Internasional, Ini Penjelasan Ketum KOI

Sports
Jonatan Christie di Piala Thomas 2020: 376 Menit, 1 Smash Penentu Indonesia Juara

Jonatan Christie di Piala Thomas 2020: 376 Menit, 1 Smash Penentu Indonesia Juara

Sports
Profil Renshi Yamaguchi, 'Si Tukang Jagal' Asal Jepang

Profil Renshi Yamaguchi, "Si Tukang Jagal" Asal Jepang

Sports
Jadwal Uji Coba Timnas U23 Indonesia, Lawan Tajikistan dan Nepal Pekan Ini

Jadwal Uji Coba Timnas U23 Indonesia, Lawan Tajikistan dan Nepal Pekan Ini

Liga Indonesia
Bendera Merah Putih Tak Berkibar di Podium Juara Piala Thomas 2020, Menpora Minta Maaf

Bendera Merah Putih Tak Berkibar di Podium Juara Piala Thomas 2020, Menpora Minta Maaf

Badminton
Permintaan Maaf dan Penjelasan LADI kepada Seluruh Rakyat Indonesia

Permintaan Maaf dan Penjelasan LADI kepada Seluruh Rakyat Indonesia

Badminton
Merah Putih Tak Berkibar di Piala Thomas, LADI Diminta Selesaikan Tanggung Jawab dengan WADA

Merah Putih Tak Berkibar di Piala Thomas, LADI Diminta Selesaikan Tanggung Jawab dengan WADA

Badminton
Catatan Skor Indonesia Saat Juara Piala Thomas, Akrab dengan Kemenangan Telak

Catatan Skor Indonesia Saat Juara Piala Thomas, Akrab dengan Kemenangan Telak

Sports
Jadwal Liga 2 2021-2022

Jadwal Liga 2 2021-2022

Sports
Rasa Syukur Fajar Alfian Bantu Indonesia Juara Piala Thomas

Rasa Syukur Fajar Alfian Bantu Indonesia Juara Piala Thomas

Badminton
Marko Simic Melempem Lawan Arema FC, Angelo Alessio Pasang Badan

Marko Simic Melempem Lawan Arema FC, Angelo Alessio Pasang Badan

Liga Indonesia
Equestrian Solidarity Challenge, Upaya Kembangkan Olahraga Berkuda Indonesia

Equestrian Solidarity Challenge, Upaya Kembangkan Olahraga Berkuda Indonesia

Sports
Messi Bisa seperti Zidane, Kehilangan Ballon d’Or karena Kasari Lawan

Messi Bisa seperti Zidane, Kehilangan Ballon d’Or karena Kasari Lawan

Liga Lain
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.