Skema Penghentian Kompetisi Versi Direktur Madura United

Kompas.com - 16/05/2020, 13:20 WIB
Manajer Madura United, Haruna Soemitro. KOMPAS.com/SUCI RAHAYUManajer Madura United, Haruna Soemitro.

SURABAYA, KOMPAS.com - Di tengah banyaknya opsi mengenai kelanjutan kompetisi musim 2020, Direktur Madura United, Haruna Soemitro, tetap bersikeras memilih kompetisi dihentikan.

Dia menegaskan keselamatan masyarakat menjadi pertimbangan utama pada masa pandemi virus corona ini.

“Utamanya kami itu konsen terhadap kehidupan, keselamatan, dan kesehatan masyarakat. Bukan soal hiburan, bukan soal penghidupan, bukan soal pekerjaan, begitu kan,” kata Haruna.

Baca juga: Presiden Madura United Minta Dirut PT Liga Dipilih Dari Kalangan Profesional

Kendati demikian, Haruna Soemitro menegaskan pihaknya tidak serta merta ingin menghentikan kompetisi begitu saja.

Dia sudah menyiapkan konsep yang bisa dijadikan jalan tengah.

Penghentian kompetisi musim 2020 merujuk pada penundaan dengan jangka waktu lama.

Anggota tim semua klub berusaha dipertahankan utuh, swhingga ketika kompetisi kembali bergulir, tim hanya memerlukan sedikit penyesuaian.

Namun, sebelum keputusan resmi, penghentian kompetisi musim 2020 dibutuhkan sebagai langkah pembuka untuk langkah-langkah selanjutnya.

“Lebih baik konsisten kompetisi ini dihentikan, sehingga tim punya proyeksi apa yang harus diperbuat ketika kompetisi ini berhenti. Tim bernegosiasi dengan semua pihak, baik pemain, sponsor, dan pihak-pihak terkait, agar punya kepastian kompetisi ini diberhentikan untuk ditunda," kata Haruna.

“Pengertian berhenti itu bukan me-reset lagi mulai dari nol. Kami ingin kompetisi musim ini diakui dan dilanjutkan pada musim yang akan datang."

Selain itu, penghentian kompetisi musim 2020 juga memberikan batas yang jelas terkait kontrak pemain, sponsor, dan juga pihak-pihak terkait.

Baca juga: Soal Kelanjutan Liga 1 2020, Persib Sejalan dengan PSSI

Tim bisa lebih mudah merancang skema kontrak yang tertunda karena pandemi, khususnya untuk kontrak pemain.

“Justru itu ketika nanti ada keputusan dari PSSI bahwa kompetisi 2020 ini diberhentikan, tentu jadi lebih mudah bernegosiasi dengan pemain, sponsor, dan pihak-pihak terkait itu."

“Kami lebih memilih pemain-pemain yang ada sekarang kita postpone kontraknya untuk diberlakukan pada tahun berikutnya,” kata Haruna.



25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X