Pengacara Ingin Ronaldinho Dibebaskan

Kompas.com - 14/05/2020, 13:10 WIB
Interior Hotel Palmaroga di Asuncion, Paraguay, yang dipakai Ronaldinho menginap sebagai tahanan rumah. Instagram @palmarogahotelInterior Hotel Palmaroga di Asuncion, Paraguay, yang dipakai Ronaldinho menginap sebagai tahanan rumah.

ASUNCION, KOMPAS.com - Pengacara ingin agar kliennya, Ronadinho, dibebaskan dari tahanan rumah setelah melewati 70 hari masa tahanan rumah di Asuncion, Paraguay.

"Kami ingin menyakinkan jaksa mengizinkan Ronaldinho dan saudara lelakinya pulang kembali ke negara mereka," kata pengacara.

Ronaldinho saat tiba di Kejaksaan Asuncion untuk memberikan keterangan terkait penggunaan paspor palsu pada Jumat (6/3/2020).AFP/NORBERTO DUARTE Ronaldinho saat tiba di Kejaksaan Asuncion untuk memberikan keterangan terkait penggunaan paspor palsu pada Jumat (6/3/2020).

"Di Paraguay, kami tidak melakukan apa-apa selain menanti investigasi berakhir," katanya.

Jika terbukti bersalah dalam kasus pemalsuan paspor, Ronaldinho dan Robert de Assis Moreira menghadapi hukuman lima tahun penjara.

Baca juga: Scholes Sakit Hati Kenang Kegagalan Man United Datangkan Ronaldinho

Ronaldinho (kiri) tampak murung saat selfie bersama seorang fans. Inset: mobil Ronaldinho yang terperosok di pinggir jalan.DOKUMEN MIRROR Ronaldinho (kiri) tampak murung saat selfie bersama seorang fans. Inset: mobil Ronaldinho yang terperosok di pinggir jalan.

Keduanya kini sudah lebih dari sebulan mendekam di tahanan.

Ronaldinho, penerima penghargaan Ballon d'Or 2005 harus membayar 1,6 juta dollar AS dan kini mendekam di tahanan rumah di Hotel Palmaroga di pusat sejarah Asuncion sejak 7 April 2020.

Gelandang asal Brasil Ronaldinho turut bermain pada laga amal Unicef. Ia memperkuat Tim Sisa Dunia yang asuhan pelatih Carlo Ancelotti.PAUL ELLIS/AFP Gelandang asal Brasil Ronaldinho turut bermain pada laga amal Unicef. Ia memperkuat Tim Sisa Dunia yang asuhan pelatih Carlo Ancelotti.

Jaksa penuntut umum punya waktu enam bulan untuk menyelidiki kasus ini.

Kasus ini bisa berkembang menjadi kasus pencucian uang.



Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar di artikel lainnya
Close Ads X