Tiga Tuntutan yang akan Diperjuangan Persik Kediri Dalam RUPS Luar Biasa

Kompas.com - 14/05/2020, 09:50 WIB
Saat pembukaan Shopee Liga 1 2020, pemain Persik Kediri Ady Eko Jayanto bersalaman dengan Cucu Somantri Direktur PT Liga Indonesia Baru (LIB) sebelum melawan Persebaya Surabaya di Stadion Gelora Bung Tomo Surabaya, Jawa Timur, Sabtu (29/02/2020) malam. KOMPAS.com/Suci RahayuSaat pembukaan Shopee Liga 1 2020, pemain Persik Kediri Ady Eko Jayanto bersalaman dengan Cucu Somantri Direktur PT Liga Indonesia Baru (LIB) sebelum melawan Persebaya Surabaya di Stadion Gelora Bung Tomo Surabaya, Jawa Timur, Sabtu (29/02/2020) malam.

KEDIRI, KOMPAS.com - PT LIB (Liga Indonesia Baru) dan PSSI resmi mengagendakan Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB) atas desakan 18 tim pemegang saham. Termasuk salah satunya adalah tim promosi Liga 1 2020, Persik Kediri.

Berdasarkan surat korespondesi dengan PT LIB beberapa minggu lalu, tim berjuluk Macan Putih tersebut memiliki tiga hal yang akan disuarakan pada RUPSLB pada Senin 18 Mei 2020.

“Sama seperti yang kemarin, yaitu pertama liga berhenti, kedua pembayaran kontribusi komersial, ketiga perlindungan hukum. Itu yang akan diperjuangkan,” kata Presiden Persik Kediri, Abdul Hakim Bafagih.

Persik Kediri berharap agar hak komersial tahap kedua segera direalisasikan serta hak komersial tahap ketiga yang masih dalam pertimbangan juga bisa diwujudkan.

Baca juga: AFC Kenang Kekalahan Telak Persik di Liga Champions Asia, Ada Andil Shin Tae-yong

“Pertama, meminta agar PT LIB dapat merealisasikan pembayaran tahap II. Juga, kami berharap subsidi tahap III bisa dibayarkan karena kebutuhan klub sangat mendesak. Khususnya, untuk memenuhi kewajiban pembayaran gaji terhadap tim,” ucap pria yang menjabat sebagai anggota DPR tersebut.

Sementara, untuk tuntutan lain saling berkesinambungan, yaitu masalah kelanjutan kompetisi dan perlindungan hukum terhadap klub.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Persik Kediri ingin kompetisi Shopee Liga 1 2020 dihentikan secara permanen karena masa kahar (force majeure).

Selanjutnya juga meminta PSSI membuat payung hukum yang melindungi tim dari segala tuntutan kewajiban dikemudian hari.

“Kami mengusulkan kompetisi Liga 1 dihentikan secara permanen dengan status force majeure dan klub dibebaskan atas segala kewajiban, baik kepada pemain dan official maupun kepada pihak-pihak terkait lainnya. Serta mendesak PSSI untuk membuat payung hukumnya,” pungkasnya.



Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.