Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+

PSSI dan PT LIB Harus Solid dan Waspadai "Penumpang Gelap"

Kompas.com - 11/05/2020, 21:56 WIB
M. Hafidz Imaduddin,
Eris Eka Jaya

Tim Redaksi

"Semua ini masih rumor. Saya berharap Mochamad Iriawan dan Cucu Soemantri bisa bertemu dan menyelesaikan masalah secara kekeluargaan," ujar Farhat Abbas.

"Mochamad Iriawan dan Cucu Soemantri harus solid dan mewaspadai penumpang gelap yang ingin mengadu domba PSSI. Ingat, kita tuan rumah Piala Dunia U20 tahun depan," tutur Farhat Abbas menambahkan.

Kini rumor keretakan hubungan Cucu Soemantri dan Mochamad Iriawan sudah terdengar ke tim peserta Liga 1 dan Liga 2 2020.

Lima belas klub peserta Liga 1 2020 pada awal April ini sudah mengirim surat ke PT LIB yang berisi desakan menggelar Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB).

Baca juga: Umuh Muchtar Berharap Kisruh Internal PT LIB Segera Berakhir

PT LIB didesak segera mengadakan RUPSLB untuk membahas kelanjutan kompetisi, penjelasan subsidi, hingga persoalaan dugaan praktik nepotisme di organisasi.

Terkait kelanjutan kompetisi, PSSI masih enggan menghentikan Liga 1 dan Liga 2 sesuai usulan PT LIB karena masih menunggu rekomendasi pemerintah.

Rekomendasi pemerintah yang dimaksud adalah Peraturan Kesehatan dan Status Tanggap Darurat Covid-19 di Indonesia.

PSSI akan menunggu sampai akhir Mei 2020. Jika pada akhirnya Status Tanggap Darurat Covid-19 dicabut, Liga 1 dan Liga 2 kemungkinan akan dilanjutkan pada Juli 2020.

Simak breaking news dan berita pilihan kami langsung di ponselmu. Pilih saluran andalanmu akses berita Kompas.com WhatsApp Channel : https://www.whatsapp.com/channel/0029VaFPbedBPzjZrk13HO3D. Pastikan kamu sudah install aplikasi WhatsApp ya.

Halaman:
Video rekomendasi
Video lainnya


Terkini Lainnya

Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
komentar di artikel lainnya
Baca berita tanpa iklan. Gabung Kompas.com+
Close Ads
Bagikan artikel ini melalui
Oke
Login untuk memaksimalkan pengalaman mengakses Kompas.com