Kompas.com - 11/05/2020, 04:30 WIB
Mohamed Salah menyemangati rekan-rekannya dalam laga Watford vs Liverpool pada pekan ke-28 Liga Inggris. AFP/JUSTIN TALLISMohamed Salah menyemangati rekan-rekannya dalam laga Watford vs Liverpool pada pekan ke-28 Liga Inggris.

KOMPAS.com - Salah satu peserta Premier League, Crystal Palace, meragukan rencana Liga Inggris untuk kembali bergulir. Hal ini disampaikan chairman klub asal London tersebut, Steve Parish.

Steve Parish mengatakan rencana Premier League untuk memulai kembali Liga Inggris bulan depan bisa jadi tak realistis mengingat perkembangan terkini pandemi virus corona.

Sejauh ini Premier League menggunakan Bundesliga sebagai panduan untuk memulai kembali kompetisi sepak bola profesional.

Akan tetapi, Parish mengutarakan bahwa tantangan yang dihadapi Bundesliga bisa menjadi terlalu besar apabila diaplikasikan ke Liga Inggris.

"Contoh di Jerman dapat menjadi cetak biru bagi kami dan jelas kita semua dapat melihat tantangan yang timbul," tutur Parish.

Baca juga: Menanti Aksi Raja Hat-trick Liga Inggris di Balapan Virtual F1

"Tantangan ini bisa jadi tak bisa dilewati. Namun, kekhawatiran kami adalah jika tantangan ini benar tak bisa dilewati, kita akan melihat periode sangat lama tanpa dapat bermain lagi dan hal tersebut punya dampak besar ke sepak bola," ujarnya.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Salah satu tantangan besar yang dimaksud adalah pengujian ekstensif Bundesliga terhadap para kontestan kasta pertama dan kedua Liga Jerman.

Bundesliga telah melakukan lebih dari 1.700 tes Covid-19 selama sepekan terakhir.

Hasil tes menunjukkan 10 pemain dan staff positif.

Kubu kasta kedua Liga Jerman, Dinamo Dresden, sampai melakukan isolasi kepada para pemain serta pelatih setelah dua personel mereka positif terpapar Covid-19.

Steve Parish mengatakan bahwa ia ingin Liga Inggris 2019-2020 diselesaikan ketimbang memakai posisi klasemen kini atau mengandalkan sistem poin per laga sebagai hasil akhir.

Salah satu poin di rencana Premier League untuk memulai kembali kompetisi, "Project Restart", adalah laga-laga dimainkan di venue netral demi meminimalisir risiko penularan dan pengumpulan massa di luar stadion tim kandang.

Baca juga: Menerima 100 Pukulan di Kepala dari Gaethje, Ferguson Dilarikan ke RS

"Menentukan ini secara kompetitif adalah cara terbaik, tentu saja jika kami bisa bermain di stadion sendiri akan menguntungkan bagi semua orang. Namun, sekarang ini situasi ada di tangan pemerintah serta otoritas dan bukan kami," ujar Parish.

"Polisi telah menerangkan dengan jelas bahwa mereka tak akan bisa mengawasi setiap stadion."

"Tak ada jawaban mudah, ktia harus bekerja bersama sebagai kolektif dan saya pikir kami akan menemukan konsensus pada akhirnya," tuturnya lagi.

Selain itu, Steve Parish juga menekankan agar Premier League tak memakai sumber daya publik yang tengah digunakan untuk memerangi pandemi virus corona di negeri Ratu Elizabeth II.

Menurut data dari Universitas Johns Hopkins pada Minggu (10/5/2020) malam WIB, ada lebih dari 216.000 kasus positif Covid-19 di Inggris Raya dengan hampir 32.000 kematian.

"Sepak bola sama sekali tidak penting dalam konteks krisis kesehatan publik yang harus didahulukan," ujar Parish lagi.

"Kami akan meminta jaminan dari semua klub bahwa sumber daya publik tak akan diambil oleh siapapun. Kami jelas tak bisa mengambil tes yang diperlukan oleh pihak yang lebih membutuhkan."

Para petinggi Liga Inggris akan bertemu pada Senin (11/5/2020) untuk mencari cara memulai kembali kompetisi.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.