"Man United Bercanda jika Berpikir Bisa Mengejar Liverpool..."

Kompas.com - 10/05/2020, 10:40 WIB
Striker Manchester United, Mason Greenwood, merayakan gol ke gawang Manchester United pada laga Boxing Day Liga Inggris di Stadion Old Trafford, Manchester, Kamis (26/12/2019). AFP/PAUL ELLISStriker Manchester United, Mason Greenwood, merayakan gol ke gawang Manchester United pada laga Boxing Day Liga Inggris di Stadion Old Trafford, Manchester, Kamis (26/12/2019).

KOMPAS.com - Mantan pemain Manchester United, Paul Ince, menilai eks klubnya tidak mungkin bisa mendekati level Liverpool dan bersaing dengan pasukan Juergen Klopp itu untuk beberapa tahun ke depan.

Paul Ince meyakini Manchester United masih membutuhkan lebih dari sekadar rekrutan baru untuk setidaknya bisa mengejar ketertinggalan dari Liverpool.

Pria berusia 52 tahun itu bahkan menyebut Man United sedang bercanda ketika berpikir bisa mengejar ketertinggalan dengan membeli sejumlah pemain top.

"Dibutuhkan waktu yang lama untuk mengejar ketertinggalan," kata Paul Ince seperti dikutip dari Goal.

Baca juga: Tambah 3-4 Pemain Lagi, Man United Bakal Jadi Penantang Serius Gelar Liga Inggris

"Jika ada orang di Old Trafford yang berpikir itu bisa dilakukan dalam beberapa tahun ke depan dengan banyak rekrutan anyar, mereka sedang bercanda," tutur eks pemain Liverpool itu.

Paul Ince menambahkan, permainan tidak konsisten Manchester United mulai terlihat semenjak kepergian Sir Alex Ferguson yang telah menemani Setan Merah selama 27 tahun.

"Man United tidak maju di bawah David Moyes, kemudian pindah ke Louis van Gaal yang sepertinya tidak pernah cocok dengan klub meskipun dia membawa tim meraih Piala FA pada 2016," tutur Paul Ince.

"Setelahnya dilatih Jose Mourinho dan dia tidak terihat bahagia sejak hari pertamanya di Man United meskipun dia memenangkan beberapa trofi pada musim pertamanya."

"Kemudian beralih ke Ole Gunnar Solskaher. Dia melatih Cardiff, Molde, dan langsung memimpin klub terbesar di dunia bakal selalu menjadi hal yang sulit baginya," katanya melanjutkan.

"Hasil akhirnya ada banyak kerusakan yang disebabkan oleh ketidakstabilan di klub selama enam tahun terakhir dan pada saat yang sama, Liverpool memiliki stabilitas itu, terutama sejak kedatangan Juergen Klopp."

Halaman:


Sumber Goal
Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X