Cerita Terapis Fisik Atlet yang Terdampak Pandemi Corona

Kompas.com - 05/05/2020, 22:08 WIB
Maya Yoshida dan Marcus Rashford berebut bola saat Southampton dan Manchester United memainkan partai tunda Premier League di Stadion St. Marys, Rabu (17/5/2017). AFP/ADRIAN DENNISMaya Yoshida dan Marcus Rashford berebut bola saat Southampton dan Manchester United memainkan partai tunda Premier League di Stadion St. Marys, Rabu (17/5/2017).

TOKYO, KOMPAS.com - Pandemi corona membuat banyak kompetisi sepak bola tertunda.

Akibatnya, banyak pemain tidak bisa beraktivitas olahraga semaksimal mungkin.

Mereka terkena imbas kebijakan menjaga jarak hingga wajib di tinggal di rumah.

Baca juga: Juventus Mendekati Pemain Muda Timnas Jepang

Pilihan-pilihan yang tidak mengenakkan itu dirasakan juga oleh terapis fisik atlet.

Romelu Lukaku berduel dengan Maya Yoshida pada laga Belgia vs Jepang dalam babak 16 besar Piala Dunia 2018 di Rostov Arena, 2Juli 2018. AFP/JUAN BARRETO Romelu Lukaku berduel dengan Maya Yoshida pada laga Belgia vs Jepang dalam babak 16 besar Piala Dunia 2018 di Rostov Arena, 2Juli 2018.

Bahkan, bila pandemi berkepanjangan, mereka bisa terancam kehilangan pekerjaan.

Masashi Kitani namanya.

"Saya tidak bisa melaksanakan pekerjaan saya tanpa menyentuh klien saya," tuturnya.

Toko official Merchandise Southampton ditutup di tengah penundaan Premier League, kasta tertinggi Liga Inggris, akibat pandemi virus corona atau Covid-19.AFP/NAOMI BAKER / GETTY IMAGES EUROPE / GETTY IMAGES VIA AFP Toko official Merchandise Southampton ditutup di tengah penundaan Premier League, kasta tertinggi Liga Inggris, akibat pandemi virus corona atau Covid-19.

Selama tinggal di Inggris, pria berpaspor Jepang ini menangani pesepak bola Maya Yoshida.

Maya Yoshida adalah kapten Timnas Jepang.

 

Kitani terbang ke Inggris pda 2013 untuk menjadi terapis fisik Maya Yoshida.

Halaman Selanjutnya
Halaman:


Sumber Kyodo News
Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X