Arema FC Turut Berbelasungkawa atas Meninggalnya Didi Kempot

Kompas.com - 05/05/2020, 11:17 WIB
Penyanyi campursari, Didi Kempot saat cek sound sebelum acara program Rosi di Kompas TV di Menara Kompas, Jakarta, Kamis (1/8/2019). KOMPAS.com/GARRY LOTULUNGPenyanyi campursari, Didi Kempot saat cek sound sebelum acara program Rosi di Kompas TV di Menara Kompas, Jakarta, Kamis (1/8/2019).

MALANG, KOMPAS.com - Arema FC ikut berduka atas berpulangnya musisi campursari kenamaan Dionisius Prasetyo atau yang lebih dikenal dengan nama panggung Didi Kempot.

Klub kebanggaan Aremania ini ikut menyampaikan duka yang mendalam atas kepergian pria yang dikenal sebagai The Godfather of Brokenheart tersebut.

"Kami sampaikan dukacita atas meninggalnya musisi Didi Kempot, semoga amal ibadah almarhum diterima di sisi Allah SWT," kata media officer Arema FC, Sudarmaji.

Baca juga: Penikmat Musik Didi Kempot Bukan Segmen Pasar Ecek-ecek

Didi Kempot memiliki tempat tersendiri di hati Arema FC dan Aremania.

Lantunan lagu-lagu penyanyi asal Surakarta tersebut beberapa kali dikumandangkan di Stadion Kanjuruhan.

Bahasa patah hati universal diiringi lantunan musik mendayu-dayu rupanya efektif mendinginkan suasana hati penonton yang tegang karena pertandingan.

Tak jarang, segelintir Aremania terhipnotis ikut melantunkan syair-syair mengenai pedihnya hati yang terluka.

"Musik ini adalah bahasa universal, bisa menyentuh siapa saja, termasuk sepak bola. Apalagi, almarhum beberapa kali sempat konser di Malang dan selalu meninggalkan kesan tersendiri," ucap Sudarmaji.

Sang maestro meninggal dunia pada Selasa (5/5/2020) di RS Kasih Ibu Solo pada pukul 07.30 WIB.

Kabar ini cukup mengejutkan, mengingat tidak ada tanda-tanda penyakit maupun keluhan yang muncul dari almarhum.

Banyak pelajaran yang bisa dipetik dari seorang Didi Kempot.

Salah satu hal yang menginspirasi adalah perjuangan karier pria kelahiran 31 Desember 1966 itu.

Baca juga: Diagnosis Awal Didi Kempot Meninggal karena Henti Jantung

Didi Kempot meniti karier dari bawah hingga bisa menjadi seniman lintas generasi.

Arema FC turut berduka, semoga Didi Kempot tetap menebar senyum di sisi-Nya. Selamat jalan legenda, selamat jalan The Godfather of Brokenheart.



25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X