Langgar Aturan Terkait Pandemi Covid-19, Salomon Kalou Kena Hukuman dari Hertha Berlin

Kompas.com - 05/05/2020, 06:30 WIB
Pemain depan Pantai Gading asal Berlin, Salomon Kalou dan pemain belakang Bayern Munich, David Alaba (kanan) dari Bayern bersaing untuk bola selama Piala Jerman (DFB Pokal) terakhir 16 pertandingan sepak bola Hertha Berlin vs FC Bayern Munich di Berlin pada 6 Februari 2019. AFP/TOBIAS SCHWARZPemain depan Pantai Gading asal Berlin, Salomon Kalou dan pemain belakang Bayern Munich, David Alaba (kanan) dari Bayern bersaing untuk bola selama Piala Jerman (DFB Pokal) terakhir 16 pertandingan sepak bola Hertha Berlin vs FC Bayern Munich di Berlin pada 6 Februari 2019.

KOMPAS.com - Klub Bundesliga Hertha Berlin memberi hukuman untuk pemainnya terkait melanggar aturan pandemi virus corona atau Covid-19.

Pemain yang kena hukuman tersebut adalah eks pemain Chelsea, Salomon Kalou.

Winger berkebangsaan Pantai Gading itu diskors oleh Hertha Berlin karena telah memposting video di Facebook tentang dia melanggar aturan jarak fisik dengan rekan satu timnya.

Dalam unggahan yang diunggah di laman Facebook mereka, terlihat Salomon Kalou menyambut rekan-rekan setimnya dan staf klub dengan berjabat tangan.

Baca juga: Mengenal Olympiastadion Berlin, Stadion Milik Hertha Berlin

Pihak klub langsung angkat bicara terkait video unggahan pemain berusia 34 tahun itu.

Kalou sendiri sudah menghapus video tersebut, tetapi Hertha Berlin sudah membuat tindakan tegas dengan menskors eks pemain Chelsea itu.

"Dengan video ini diambil di dalam ruang ganti tim, Kalou telah melanggar aturan internal yang jelas dan menampilkan perilaku yang tidak sesuai untuk situasi saat ini," bunyi pernyataan klub dikutip dari The Guardian.

"Karenanya, klub telah membuat keputusan untuk menangguhkan pemain yang bersangkutan dari latihan dan pertandingan," demikian pernyataan klub.

Operator Liga Jerman (DFL) sangat mengecam terkait perilaku Salomon Kalou.

"Foto-foto Salomon Kalou dari ruang ganti Hertha Berlin benar-benar tidak dapat diterima. Tidak mungkin ada toleransi untuk ini," bunyi pernyataan DFL.

Halaman:


25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X