Tak Ada Pemenang di Liga Primer bila...

Kompas.com - 04/05/2020, 20:07 WIB
Laga Manchester City vs Crystal Palace pada lanjutan pekan ke-23 Liga Inggris, Sabtu (18/1/2020) malam WIB. AFP/LAURENCE GRIFFITHSLaga Manchester City vs Crystal Palace pada lanjutan pekan ke-23 Liga Inggris, Sabtu (18/1/2020) malam WIB.

LONDON, KOMPAS.com - Faktanya, Liga Primer kian mengalami kesulitan keuangan bila pandemi corona terus berlanjut.

"Liga Primer akan memasuki keadaan seperti belum terpetakan," kata Bos Crystal Palace Steve Parish.

Presiden La Liga, Javier Tebas, bersama Lionel Messi.AFP/LLUIS GENE Presiden La Liga, Javier Tebas, bersama Lionel Messi.

Sampai kini, kompetisi Liga Primer masih tertunda sejak pertengahan Maret.

Terkini, jumlah korban meninggal dunia lantaran corona di Inggris mencapai 28.100 orang.

Gerbang stadion klub sepak bola Aston Villa, Villa Park digambarkan di bawah sinar matahari musim semi di Birmingham, Inggris tengah pada 19 April 2020AFP/PAUL ELLIS Gerbang stadion klub sepak bola Aston Villa, Villa Park digambarkan di bawah sinar matahari musim semi di Birmingham, Inggris tengah pada 19 April 2020

Sementara, usai pertemuan 20 klub pada Jumat (1/5/2020), belum ada kata sepakat untuk melanjutkan kompetisi.

Masalah muncul lantaran kondisi keuangan klub-klub kian tergerus.

Para pemain Norwich City di Premier League, kasta tertinggi Liga InggrisAFP/ALEX DAVIDSON / GETTY IMAGES EUROPE / GETTY IMAGES VIA AFP Para pemain Norwich City di Premier League, kasta tertinggi Liga Inggris

"Ada klub yang merumahkan karyawan, ada juga klub yang memotong gaji pemain,"kata Parish.

Sementara itu, Parish mengaku dirinya yakin bahwa proposal kelanjutan Liga Primer sudah berisi perlindungan pemain, staf, dan ofisial.

Para pemain Bournemouth merayakan gol ke gawang Liverpool pada laga Liga Inggris di Stadion Anfield, Sabtu (7/3/2020).AFP/GEOFF CADDICK Para pemain Bournemouth merayakan gol ke gawang Liverpool pada laga Liga Inggris di Stadion Anfield, Sabtu (7/3/2020).

Kondisi-kondisi di atas sudah barang tentu membuat klub-klub berkehendak kuat untuk kembali melanjutkan kompetisi.

"Tak ada pemenang di Liga Primer bila liga menerima sedikit uang," kata Parish lagi.

Steve Parish menambahkan, seak bola adalah industri yang paling efisien bagi negara untuk menarik pajak.

Gelandang Manchester United, Andreas Pereira (kiri) mengejar bola dengan gelandang Wolverhampton Wanderers, Joao Moutinho (kanan) selama pertandingan sepak bola Liga Primer Inggris antara Wolverhampton Wanderers dan Manchester United di stadion Molineux di Wolverhampton, Inggris tengah pada April 2, 2019AFP/PAUL ELLIS Gelandang Manchester United, Andreas Pereira (kiri) mengejar bola dengan gelandang Wolverhampton Wanderers, Joao Moutinho (kanan) selama pertandingan sepak bola Liga Primer Inggris antara Wolverhampton Wanderers dan Manchester United di stadion Molineux di Wolverhampton, Inggris tengah pada April 2, 2019

"Total industri sepak bola Inggris menyetor 3,3 miliar poundsterling setiap tahun," ujar Parish.

Liga Primer kata Parish adalah sumber dana paling besar dalam piramida sepak bola Inggris.

Ilustrasi virus corona, SARS-CoV-2, Covid-19Shutterstock Ilustrasi virus corona, SARS-CoV-2, Covid-19

Sementara itu, Bos La Liga Javier Tebas mengatakan jika La Liga terhenti akan ada kehilangan uang total hingga 1 miliar euro.



Sumber Reuters
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X