Persik Kediri Ingin Kompetisi Liga 1 2020 Dihentikan

Kompas.com - 02/05/2020, 04:10 WIB
Saat pembukaan Shopee Liga 1 2020, pemain Persik Kediri Ady Eko Jayanto bersalaman dengan Cucu Somantri Direktur PT Liga Indonesia Baru (LIB) sebelum melawan Persebaya Surabaya di Stadion Gelora Bung Tomo Surabaya, Jawa Timur, Sabtu (29/02/2020) malam. KOMPAS.com/Suci RahayuSaat pembukaan Shopee Liga 1 2020, pemain Persik Kediri Ady Eko Jayanto bersalaman dengan Cucu Somantri Direktur PT Liga Indonesia Baru (LIB) sebelum melawan Persebaya Surabaya di Stadion Gelora Bung Tomo Surabaya, Jawa Timur, Sabtu (29/02/2020) malam.

KEDIRI, KOMPAS.com - Persik Kediri mengambil keputusan untuk menolak dilanjutkannya kompetisi Shopee Liga 1 2020. Keputusan tersebut cukup mengejutkan mengingat status Persik sebagai tim yang baru kembali ke kasta teratas Liga Indonesia.

Penolakan tersebut termaktub dalam korespondensi Persik Kediri yang disampaikan langsung oleh Presiden Abdul Hakim Bafagih.

Dalam korespondensi tersebut, pihak Persik Kediri tidak hanya mengusulkan kompetisi berhenti, mereka juga meminta PT LIB untuk membebaskan tim dari kewajiban-kewajiban selama status Keadaan Kahar (Force Majeure).

“Persik mengusulkan kompetisi Liga 1 dihentikan secara permanen dengan status Force Majeure dan klub dibebaskan atas segala kewajiban, baik kepada pemain dan official maupun kepada pihak-pihak terkait lainnya,” kata Abdul Hakim Bafagih.

Baca juga: Pandemi Virus Corona Tak Kurangi Sukacita Winger Persik Jalani Ibadah Puasa

Pria yang aktif menjabat sebagai anggota DPR RI tersebut meminta PSSI membuat payung hukum untuk melindungi tim dari segala tuntutan di kemudian hari.

Selain masalah kelanjutan kompetisi Liga 1 2020, dalam korespondensi tersebut Persik Kediri juga menyinggung masalah subsidi tahap II yang belum dibayarkan serta subsidi tahap III yang hingga saat ini belum ada kejelasannya.

Dalam tuntutannya, Persik Kediri meminta kembali PT LIB untuk merealisasikan pembayaran tahap II.

Selain itu, mereka juga mendesak agar subsidi III tetap diberikan untuk membantu tim dalam memenuhi kewajiban.

Baca juga: Macan Putih, Julukan Persik yang Bawa Sejarah Sakral Masyarakat Kediri

“Kami berharap subsisi tahap II juga bisa dibayarkan karena kebutuhan klub sangat mendesak. Khususnya untuk memenuhi kewajiban pembayaran gaji terhadap tim,“ ucapnya.

Di sisi lain, Persik Kediri menjadi tim Liga 1 kedua yang diketahui mengusulkan agar kompetisi Liga 1 2020 dihentikan secara permanen.

Sebelumnya, Madura United terlebih dahulu memberikan usulan serupa, bahkan jauh-jauh hari sebelum PT LIB membuka jajak pendapat.



Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X