Kelanjutan Liga Inggris Tergantung Beberapa Faktor Ini

Kompas.com - 01/05/2020, 19:30 WIB
Toko official Merchandise Southampton ditutup di tengah penundaan Premier League, kasta tertinggi Liga Inggris, akibat pandemi virus corona atau Covid-19. AFP/NAOMI BAKER / GETTY IMAGES EUROPE / GETTY IMAGES VIA AFPToko official Merchandise Southampton ditutup di tengah penundaan Premier League, kasta tertinggi Liga Inggris, akibat pandemi virus corona atau Covid-19.

Kasta teratas Liga Inggris itu juga memerhatikan terus apa yang terjadi di Jerman walau mereka juga berkomunikasi dengan kompetisi lain seperti Liga Spanyol.

BBC menggambarkan bahwa "rencana Bundesliga menjadi sumber inspirasi bagi negara-negara lain di Eropa."

Biar bagaimana pun, keberlangsungan sepak bola di Inggris akan tergantung dari keputusan Pemerintah Inggris akan sangat bergantung dari kapasitas testing serta kepastian bahwa peraturan physical distancing dipenuhi.

Namun, meningkatnya jumlah kasus positif di Jerman dalam beberapa tahun terakhir membuat beberapa pihak khawatir bahwa lockdown di Jerman akan kembali diketatkan.

"Jika Merkel mengikuti Perancis dalam melarang event olahraga selama beberapa bulan ke depan, beberapa percaya bahwa sepak bola, termasuk Premier League, musim ini akan tamat," ujarnya.

Baca juga: Digertak Menpora, Liga Italia Terus Mencari Protokol Bergulir Kembali

BBC melaporkan bahwa Pemerintah Inggris punya agenda kuat untuk menggulirkan sepak bola kembali lagi.

Mereka ingin kompetisi kembali berjalan demi mengembalikan moral masyarakat yang telah melewati beberapa bulan dalam lockdown.

Pemerintah juga ingin mendukung sisi komersial sepak bola dengan banyak pekerjaan menjadi taruhan dan industri sepak bola ingin dimulai kembali.

Sepak bola adalah industri 12 miliar pound bagi Inggris.

Pun, BBC juga mengatakan kalau bos-bos Premier League ingin kompetisi kembali bergulir mengingat ada hampir 750 juta pound yang harus dibayarkan kembali ke pihak penyiar apabila kompetisi batal.

UEFA meminta liga-liga untuk mengambil keputusan mengenai rencana mereka memulai kembali kompetisi paling lambat pada 25 Mei.

Halaman:


Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar di artikel lainnya
Close Ads X