Digertak Menpora, Liga Italia Terus Mencari Protokol Bergulir Kembali

Kompas.com - 30/04/2020, 21:50 WIB
Partai Liga Italia, Juventus dan Inter Milan, dimainkan tanpa penonton di Juventus Stadium pada Minggu (8/3/2020) sebagai bentuk kewaspadaan terhadap penyebaran virus corona di Italia. AFP/VINCENZO PINTOPartai Liga Italia, Juventus dan Inter Milan, dimainkan tanpa penonton di Juventus Stadium pada Minggu (8/3/2020) sebagai bentuk kewaspadaan terhadap penyebaran virus corona di Italia.

KOMPAS.com - Menteri Olahraga Italia, Vincenzo Spadafora, mengutarakan bahwa Lega Serie A dan semua pihak terkait harus menemukan persetujuan untuk menentukan kapan Serie A dimulai kembali.

Menpora Italia mengutarakan ke Rai3 bahwa ia ingin sepak bola di Negeri Pizza untuk kembali bergulir.

"Jika semua pihak setuju dengan semua protokol, kompetisi akan kembali bergulir," tuturnya seperti dikutip dari Sky Italia.

"Sebaliknya, Pemerintah akan memberhentikan liga apabila protokol dimulainya kembali kompetisi tak bisa tercapai."

Baca juga: FIGC Tetapkan Syarat agar Liga Italia Musim Ini Bisa Dilanjutkan

Spadafora juga memohon kepada semua pihak terkait untuk mengesampingkan kepentingan pribadi agar Liga Italia bisa bergulir kembali.

"Kami meminta kepada Lega Serie A (penyelenggara kasta tertinggi Liga Italia) untuk mengakhiri kontroversi dan gesekan. Sepak bola adalah harapan bagi negeri ini."

Menanggapi hal ini, Presiden Lega Serie A, Paolo Dal Pino, mengutarakan bahwa mereka berupaya untuk memenuhi permintaan pemerintah agar kompetisi bisa dilanjutkan kembali dalam keadaan seaman mungkin.

"Alamiah bagi Lega Serie A untuk ingin kembali bermain sepak bola, bukan kami apabila mengatakan sebaliknya," tuturnya.

Baca juga: RB Depok FC, Menolak Disebut Halu dan Dibayang-bayangi Denda Maksimal 2 Miliar Rupiah

"Selalu ada dialog konstruktif di antara kami dan semua pihak berusaha untuk menemukan solusi terbaik yang dapat menjangkau sebanyak mungkin orang."

Dal Pino mengutarakan bahwa Liga Italia ingin kembali dengan terus memperhatikan standar serta protokol kesehatan yang ketat.

"Sang menteri bisa terus mengandalkan semangat konstruktif dan kolaboratif kami dan harmoni yang kami miliki bersama presiden FIGC, Gabriele Gravina," lanjutnya.

Pemerintah Italia mengutarakan bahwa telah ada lebih dari 27.000 kasus kematian akibat Covid-19 di negeri tersebut.

Pandemi virus corona membuat GDP Italia ditaksir mengecil hingga 8 persen tahun ini.



Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X