Kini, Kondisi Keuangan Juara Delapan Kali Liga Super China Berdarah-darah

Kompas.com - 29/04/2020, 19:20 WIB
Chairman Alibaba Group, Jack Ma (tengah), menyaksikan partai antara Guangzhou Evergrande dan Sydney Wanderers pada perempat final Liga Champions Asia di Stadion Tianhe, 27 Agustus 2014. STR/AFPChairman Alibaba Group, Jack Ma (tengah), menyaksikan partai antara Guangzhou Evergrande dan Sydney Wanderers pada perempat final Liga Champions Asia di Stadion Tianhe, 27 Agustus 2014.

GUANGZHOU, KOMPAS.com - Kondisi keuangan juara delapan kali Liga Super China, Guangzhou Evergrande kini berdarah-darah.

Laporan terkini dari lembaga bursa saham nasional (NEEQ) untuk pengelolaan keuangan sepanjang 2019 menunjukkan, klub itu merugi 1,9 miliar yuan atau setara dengan 274 juta dollar AS.

Baca juga: Wow! Nilai Jual Guangzhou Evergrande Mendekati MU

Ongkos operasional klub tercatat 2,41 miliar yuan atau setara dengan 341 juta dollar.

Sementara, pemasukan klub hanya 783 juta yuan atau setara dengan 111 juta dollar AS.

Rancangan stadion anyar Guangzhou Evergrandee.AFP/STR Rancangan stadion anyar Guangzhou Evergrandee.

Regulasi pembiayaan klub yang dikeluarkan oleh Asosiasi Sepak Bola China (CFA) menunjukkan bahwa CFA hanya mengizinkan klub merogoh kocek untuk pembiayaan di angka 174 juta dollar AS.

Chan Yuen-ting mendampingi Eastern SC saat melawan Guangzhou Evergrande pada partai fase grup Liga Champions Asia di Stadion Tanhe, Rabu (22/2/2017).STR/AFP Chan Yuen-ting mendampingi Eastern SC saat melawan Guangzhou Evergrande pada partai fase grup Liga Champions Asia di Stadion Tanhe, Rabu (22/2/2017).

Sejak perusahaan properti Evergrande Group mengambil alih saham klub pada 2010, Ghuangzhou Evergrande juga mengantongi dua kali predikat juara Liga Champions Asia.

Nilai klub itu pada 2015 sebesar 19 miliar yuan atau setara dengan 2,68 miliar dollar AS menurut hitung-hitungan NEEQ.

Guangzhou Evergrande melangkah ke semifinal Piala Dunia Antarklub setelah mengempaskan America, Minggu (13/12/2015). KAZUHIRO NOGI/AFP Guangzhou Evergrande melangkah ke semifinal Piala Dunia Antarklub setelah mengempaskan America, Minggu (13/12/2015).

Angka sebesar itu membuat Ghuangzhou Evergrande memuncaki nilai valuasi atau nilai jual tertinggi di dunia.

Saat ini Evergrande Group memegang 57 persen saham klub.

Sedangkan, 38 persen saham selebihnya dikuasai oleh perusahaan pembiayaan digital, Alibaba.



Sumber Xinhuanet
Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X