Presiden La Liga Kritik Perancis dan Belanda: Sepak Bola Tidak seperti Memancing

Kompas.com - 29/04/2020, 06:21 WIB
Presiden La Liga, Javier Tebas, merasa yakin bahwa laga El Clasico antara Real Madrid dan Barcelona di Stadion Santiago Bernabeu, Sabtu (21/11/2015), akan berjalan dengan lancar. JAVIER SORIANO/AFPPresiden La Liga, Javier Tebas, merasa yakin bahwa laga El Clasico antara Real Madrid dan Barcelona di Stadion Santiago Bernabeu, Sabtu (21/11/2015), akan berjalan dengan lancar.

KOMPAS.com - Presiden La Liga, Javier Tebas, mengkritik keputusan Perancis dan Belanda yang menghentikan kompetisi domestik karena pandemi virus corona.

Menurut Javier Tebas, kompetisi seharusnya dilanjutkan karena bermain sepak bola di tengah pandemi virus corona memiliki risiko bahaya lebih kecil daripada memancing di laut lepas.

Belanda memutuskan menghentikan kompetisi pada Minggu (26/4/2020). Dua hari berselang, Perancis mengikuti keputusan Belanda.

Liga Perancis dan Belanda terpaksa dihentikan karena pemerintah setempat melarang kegiatan olahraga sampai September 2020 karena pandemi virus corona.

Baca juga: Liga Perancis Musim 2019-2020 Dipastikan Tak Berlanjut

Menanggapi hal itu, Javier Tebas menilai Perancis dan Belanda terlalu cepat mengambil keputusan.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Padahal, opsi melanjutkan kompetisi dengan menggelar pertandingan tanpa penonton masih bisa diambil.

"Saya tidak mengerti mengapa bermain sepak bola tanpa penonton dengan tetap memperhatikan keselamatan dan kesehatan masih dianggap berbahaya," kata Javier Tebas dikutip dari situs Goal, Rabu (29/4/2020).

"Bermain sepak bola tanpa penonton memiliki risiko bahaya lebih kecil daripada bekerja di pabrik atau memancing di laut lepas," tutur Tebas menambahkan.

Baca juga: Setelah Italia, Spanyol Izinkan Pesepak Bola Latihan Lagi 4 Mei

Lebih lanjut, Javier Tebas memastikan Liga Spanyol akan diusahakan tetap berlanjut dan diselesaikan bagaimana pun caranya.

Pasalnya, Javier Tebas memprediksi dampak ekonomi yang ditimbulkan jika kompetisi dihentikan akan sangat besar dan memengaruhi industri sepak bola.

Halaman:


Sumber GOAL
Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar di artikel lainnya
Close Ads X