Kompas.com - 28/04/2020, 09:20 WIB
Pelatih Sabah FA musim 2020, Kurniawan Dwi Yulianto. KOMPAS.com/SUCI RAHAYUPelatih Sabah FA musim 2020, Kurniawan Dwi Yulianto.


MALAYSIA, KOMPAS.com - Kurniawan Dwi Yulianto merupakan salah satu penyerang terbaik yang pernah dimiliki Indonesia.

Bersanding bersama Bambang Pamungkas, pemain yang karib disapa Si Kurus tersebut menjadi penyerang lokal berlevel ASEAN dengan ratusan torehan gol sepanjang kariernya.

Tidak kurang dari 200 gol dia cetak selama kariernya mulai sejak tahun 1994 hingga 2013 silam. Sementara di level Timnas Indonesia dia memberikan sumbangsih 31-33 gol selama 10 tahun membela Merah Putih.

Baca juga: Pelatih Persib Optimistis Liga 1 2020 Bisa Dilanjutkan pada Awal Juli

Namun, dari ratusan gol yang dicetak Kurniawan Dwi Yulianto, ada satu gol yang tidak pernah terlupakan, yaitu gol saat melawan Malaysia di leg kedua semifinal Piala Tiger 2004.

Masuk sebagai pemain pengganti di menit ke-55, dia berhasil mencetak gol empat menit berselang. Gol tersebut berhasil membuka jalan Indonesia yang saat itu tertinggal agregat 1-3  dari Malaysia. Tim Merah putih secara heroik berhasil membalikkan keadaan dengan agregat 5-3.

“Kalau yang paling berkesan saat gol melawan Malaysia waktu Piala Tiger Cup. Leg pertama kita ketinggalan 1-2, lalu ketika main di Kuala Lumpur kita juga ketinggalan 1-0 juga,“ kata pria yang kini menjadi pelatih kepala Sabah FA tersebut.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

“Waktu itu pelatihnya Peter White dia memanggil saya dan dia bilang Kurniawan kamu harus berbuat sesuatu. Lalu saya masuk dan berhasil mencetak gol dan membalikan keadaan menjadi 4-1,” imbuhnya.

Sementara di level tim Kurniawan Dwi Yulianto memilih momen final Piala Indonesia 2000. Saat itu dia berhasil mencetak dua dari tiga gol kemenangann PSM Makassar atas PKT Bontang. Gol tersebut berhasil mengangantarkan Juku Eja menjadi juara.

“Kalau berkesan hampir semua berkesan buat saya, karena gol menurut saya sebuah klimaks pertandingan."

"Tapi yang paling berkesan menurut saya saat membela PSM Makassar, karena di final saya berhasil mencetak dua gol dan mengantarkan menjadi juara. Itu jadi momen yang tidak pernah saya lupakan,” pungkasnya.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.