Tak Boleh Sembarangan, Dokter Tim Arema Berbagi Tips Buka Puasa yang Baik

Kompas.com - 26/04/2020, 15:15 WIB
Dokter tim Arema FC, dr Nanang Tri Wahyudi (kanan). KOMPAS.com/SUCI RAHAYUDokter tim Arema FC, dr Nanang Tri Wahyudi (kanan).

MALANG, KOMPAS.com - Dokter tim Arema FC, dr Nanang Tri Wahyudi Sp.KO, bicara tentang pentingnya memilih menu makanan saat berbuka puasa.

Dia membeberkan menu makanan saat berbuka sangat berpengaruh pada kondisi kesehatan tubuh manusia.

Berbuka adalah saat tubuh mendapatkan kembali nutrisi setelah menahan lapar dan dahaga seharian. Tidak boleh sembarangan, tidak boleh berlebihan dan disesuaikan dengan kebutuhan.

" Buka puasa yang paling penting adalah konsumsi cairan, bisa air putih, air kelapa, atau jus buah," katanya kepada Kompas.com, Minggu (26/4/2020).

Baca juga: Dokter Tim Arema FC Berbagi Rahasia Sahur Berkualitas

Asupan makanan juga tidak kalah pentingnya. Pria yang biasa dipanggil dr Nanang itu mengatakan, berbuka puasa layaknya makan makan malam sehingga ia menyarankan untuk menggunakan menu lengkap dan bernutrisi.

Namun, dia menaruh perhatian khusus kepada porsi makanan. Untuk besarnya, porsi wajib disesuaikan dengan kebutuhan, tidak terlalu sedikit, tetapi juga tidak terlalu berlebihan.

"Porsi berlebihan saat berbuka dan selama malam hari berpotensi meningkatkan kadar gula dan kolesterol terlalu tinggi sehingga berbahaya untuk kesehatan," ucap mantan dokter Persija Jakarta itu.

Selain itu, Nanang juga menyarankan untuk meminimalisasi makanan-makanan yang kurang bagus untuk disantap saat berbuka puasa, seperti makanan bersantan dan juga gorengan.

Baca juga: Sambut Ramadhan, Tim Pelatih Arema FC Susun Program Khusus

"Menu tradisional seperti kolak dan gorengan sebaiknya sedikit saja. Bila terlalu banyak, dipastikan akan mengantuk dan lemas setelah berbuka," katanya.

Dia mengungkapkan pola sahur dan berbuka adalah kunci dari puasa. Ia meyakini dengan pola yang benar, puasa tidak akan menjadi kendala dalam beraktivitas.

"Bila pola makan malam dan sahur sehat, cukup cairan, rendah lemak, serta tinggi serat, saat berpuasa orang tidak akan berbeda jauh dengan saat normal. Hanya berbeda ritme tidur dan makan," katanya.



25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X