Kompas.com - 26/04/2020, 06:40 WIB
Pemain Madura United seusai melawan Persiraja Banda Aceh pada pekan kedua Liga 1 2020 yang berakhir dengan skor 0-0 di Stadion Gelora Madura Ratu Pamellingan Pamekasan, Senin (09/03/2020) malam. KOMPAS.com/SUCI RAHAYUPemain Madura United seusai melawan Persiraja Banda Aceh pada pekan kedua Liga 1 2020 yang berakhir dengan skor 0-0 di Stadion Gelora Madura Ratu Pamellingan Pamekasan, Senin (09/03/2020) malam.


KOMPAS.com - Pelatih Ffisik Madura United, Sansan Pur, berbagi pengalamannya memantau video latihan kiriman pemain selama masa pandemi virus corona.

Meski tim sudah diliburkan sejak lama, program latihan mandiri tim Madura United tetap berjalan.

Sansan mengaku secara intens masih mendapatkan laporan video latihan dari para pemainnya. Bahkan, dia mengaku grup WhatsApp latihan pemain pun tidak pernah sepi.

Setiap pemain memang mendapatkan porsi latihan berbeda antara satu dengan yang lain. Porsi latihan disesuaikan dengan kebutuhan dan kondisi pemain itu seendiri.

“Iya, setiap hari grup ramai dengan berbagai latihan pemain. Tim pelatih sebagai kontrol,” katanya kepada Kompas.com.

Baca juga: Presiden Madura United Minta Sekjen Baru Diseleksi Berlipat

Agar dapat menentukan program latihan tepat, tim pelatih biasa mengambil data dari obeservasi pemain di lapangan. Namun, Sansan mengaku melihat video latihan sangat berbeda dengan langsung mengamati di lapangan.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Ada beberapa hal yang tidak bisa ia dapatkan saat menjalani latihan online.

Salah satu kedala utama tentunya masalah jarak. Karena tidak bisa melihat secara langsung, Sansan mengakui observasi latihan tidak bisa maksimal.

Namun, dia tidak mau menjadikan kendala itu sebagai alasan. Sebaliknya, tantangan ini menjadi motivasi untuk berkreasi mencari metode tepat untuk memaksimalkan latihan dengan obeservasi yang minim.

Baca juga: Jersey Madura United yang Dilelang dengan Harga Unik Ludes

“Pemantauan tentu tidak bisa sedetail observasi langsung. Namun, dari video paling tidak kita bisa melihat gerakan-gerakan yang dilakukan mengacu pada komponen biometer treatment,” ucap mantan pelatih fisik timnas U-16.

Di sisi lain, Sansan tetap mengapresiasi semangat M. Ridho dan kawan-kawan dalam menjalankan program latihan.

Dia yakin pemain-pemainnya memiliki kesadaran sendiri terhadap profesi yang mereka jalani.

“Semua rajin kirim dan mereka profesional dalam menjaga profesionalitasnya,” pungkasnya.



Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.