Presiden Sepak Bola Belanda Dukung Liverpool Juara, tetapi...

Kompas.com - 26/04/2020, 04:30 WIB
Laga Liverpool vs Man United pada lanjutan pekan ke-23 Liga Inggris. AFP/MICHAEL REGANLaga Liverpool vs Man United pada lanjutan pekan ke-23 Liga Inggris.

KOMPAS.com - Presiden Federasi Sepak Bola Belanda (KNVB), Just Spee, meragukan Premier League (kasta tertinggi Liga Inggris) bisa dilanjutkan.

KNVB resmi membatalkan Eredivisie (kompetisi teratas Liga Belanda) karena virus corona dan memutuskan tidak akan ada pemenang dan promosi serta degradasi.

Tak lama setelah membuat keputusan itu, Just Spee mengungkapkan keraguannya soal kelanjutan Liga Inggris.

Melansir The Guardian, pemerintah Inggris berencana untuk melakukan diskusi dengan direktur medis dan olahraga utama pekan ini untuk membahas kelanjutan olahraga, termasuk Liga Inggris.

Baca juga: Liga Belanda Dibatalkan, Ajax Amsterdam Legawa Gagal Juara

Langkah tersebut dilakukan pemerintah Inggris sebagai salah satu upaya melanjutkan kembali kompetisi olahraga dalam beberapa pekan mendatang.

Menanggapi rencana pemerintah Inggris tersebut, Just Spee tampaknya tak begitu optimistis Liga Inggris bisa dilanjukan.

"Inggris tetap akan memiliki harapan itu, tetapi dalam kenyataannya peluang menyelesaikan Liga Inggris musim ini sangat tipis," kata Just Spee dikutip dari The Guardian.

"Liga Inggris akan membutuhkan beberapa minggu untuk benar-benar selesai dan saya ragu akan cukup waktu untuk melakukannya."

"Melihat apa yang telah terjadi dan hal-hal yang sudah ditunda minggu demi minggu, mungkin tidak realitis (Liga Inggris dilanjutkan)," lanjut Just Spee.

Meski demikian, Just Spee sepakat jika Liverpool layak dinobatkan sebagai juara Liga Inggris musim ini bahkan jika kompetisi tidak dilanjutkan.

Baca juga: Liga Belanda Dibatalkan, Dua Tim Calon Kuat Promosi Murka

Sebelum pandemi virus corona menyebar di Inggris dan kompetisi ditangguhkan, Liga Inggris telah memasuki pekan ke-29.

Liverpool kokoh di puncak klasemen dengan 82 poin, unggul 25 angka dari Manchester City yang berada tepat di belakangnya.

"Kami tidak bisa melakukan itu di Eredivisie karena tidak ada tim yang mendominasi di depan," tutur Just Spee.

"Ini bukan kasus yang sama ketika Liverpool begitu jauh di depan daripada klub yang lain. Akan tetapi, Anda juga harus mempertimbangkan apa yang dialami oleh seluruh masyrakat," lanjut Just Spee.



25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar di artikel lainnya
Close Ads X