Kompas.com - 24/04/2020, 05:40 WIB
Gelandang Persib Bandung, Omid Nazari. KOMPAS.com/SEPTIAN NUGRAHAGelandang Persib Bandung, Omid Nazari.

KOMPAS.com - Gelandang Persib Bandung, Omid Nazari, bercerita mengenai lika-liku perjalanan kariernya di dunia sepak bola.

Pemain berdarah Iran dan Filipina itu tercatat memulai karier profesionalnya sebagai pesepak bola di klub besar Swedia, Malmo FF.

Dia sempat memperkuat tim lintas usia Malmo FF dari 1996 hingga 2010.

Pada 2011, Nazari akhirnya dipromosikan ke tim utama. Namun, hanya empat laga dijalani, Nazari pun akhirnya kesulitan bersaing.

Pemain berpaspor Swedia dan Iran itu kemudian pindah ke Angelholms FF dan akhirnya bermain di divisi 2 Liga Swedia bersama FC Rosengard.

Baca juga: Omid Nazari Sebut Persib Bandung Belum Terlalu Tangguh

Setelah melalui perjalanan karier yang kurang memuaskan di Swedia, Nazari memutuskan pindah ke Filipina, negara asal ibunya. Saat itu, Nazari memilih bergabung bersama Global Cebu FC.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Kesan hambar dirasakan Nazari saat memulai kariernya di Asia.

Maklum, di Filipina sepak bola bukanlah olahraga favorit. Masyarakat Filipina lebih gandrung dengan olahraga bola basket.

Nazari pun bercerita, pertandingan sepak bola di Filipina selalu sepi penonton.

"Di Filipina, sepak bola bukanlah olahraga yang populer. Masyarakat di sana cenderung lebih menyukai olahraga bola basket. Maka, ketika saya bermain di sana, saya merasa seperti turis. Kami bermain di stadion yang sepi penonton," kata Nazari kepada media Swedia, Aftonbladet.

Baca juga: Dibuat Chant Oleh Bobotoh, Omid Nazari Merasa Tersanjung

Semusim memperkuat Cebu-Global, Nazari mencoba peruntungan di Malaysia. Saat itu, dia memilih bergabung bersama Melaka United.

Nahas, kariernya berlangsung singkat. Nazari didepak dengan tanpa memainkan satu laga pun bersama Melaka United.

Hal tersebut disebabkan Nazari dianggap tidak bisa beradaptasi. Pasalnya, dia sempat mengalami keracunan makanan yang menyebabkan dirinya dirawat selama dua pekan di rumah sakit.

Akibatnya, dia melewatkan pramusim dan beberapa uji tanding bersama Melaka United.

Terdepak dari Melaka United, Nazari kembali ke Filipina. Kali ini, nasibnya lebih beruntung karena dia dipinang oleh salah satu klub besar Filipina, Ceres Negros.

Menurut Nazari, Ceres Negros adalah klub yang dikelola secara profesional.

"Ceres-Negros adalah klub yang dikelola secara profesional di Filipina. Manajemen mereka sangat bagus. Kami juga memiliki pelatih yang berkualitas, bernama Risto Vidakovic," kata Nazari.

Baca juga: Kesan Omid Nazari Usai Cetak Gol Pertama Untuk Persib

Nazari bermain untuk Ceres-Negros selama dua musim dari 2017 hingga 2019. Dalam kurun waktu tersebut, pemain berpaspor Iran itu menyumbangkan dua gelar juara kompetisi domestik untuk klub berjulukan The Busmen itu.

Tidak hanya itu, dia juga pernah mengantarkan Ceres Negros menembus babak perempat final Piala AFC 2017.

Takjub atmosfer Persib

Setelah itu, Nazari kemudian memilih hijrah ke Indonesia, setelah menerima pinangan Persib Bandung.

Nazari mau bergabung bersama Persib karena dia tahu reputasi klub berjulukan Maung Bandung itu sebagai salah satu kesebelasan besar di Indonesia.

Diakui Nazari, kebesaran nama Persib tak hanya dikenal di Indonesia, tetapi juga Asia Tenggara.

"Musim panas lalu, saya akhirnya memilih untuk meninggalkan Filipina. Persib menjadi tujuan saya. Mereka adalah tim besar di Indonesia, bahkan di Asia Tenggara. Semua orang di Asia Tenggara tahu Persib karena mereka adalah klub yang populer," tutur Nazari.

Baca juga: Gelandang Persib Esteban Vizcarra Siap Jalani Ibadah Puasa

Bermain bersama Persib, Nazari akhirnya bisa merasakan atmosfer yang luar biasa dalam pertandingan sepak bola.

Seperti diketahui, sepak bola Indonesia memang memiliki atmosfer yang semarak karena animo besar dari para suporternya. Terlebih Persib, yang memang dikenal memiliki basis suporter yang besar.

"Jika Anda membandingkan sepak bola di Indonesia dengan sepak bola di Filipina, perbedaannya adalah signifikan. Di Filipina, tidak banyak orang yang menyukai sepak bola," kata Nazari.

"Namun, berbeda dengan di Indonesia. Di sini semua orang memiliki gairah yang besar terhadap sepak bola. Dalam pertandingan, akan selalu ada 30.000 sampai 40.000 penonton di stadion," ucap dia.

Selama setengah musim membela Persib, Nazari memainkan peran vital di lini tengah Maung Bandung. Sosoknya pun tidak tergantikan. Bisa dibilang, Nazari adalah metronom atau penjaga keseimbangan permainan Persib.

Baca juga: Mantan Winger Persib Masih Berkompetisi di Tengah Wabah Virus Corona

Sejauh ini, Nazari termasuk dalam daftar salah satu gelandang asing elegan yang berkiprah di sepak bola Indonesia.

Nazari mengaku senang bisa berkiprah di sepak bola Indonesia, dan membela Persib. Dia berharap kariernya berjalan mulus bersama Maung Bandung.

"Tentu saja saya merasa sangat senang karena bisa mendapatkan kesempatan bermain untuk tim sebesar Persib. Meski begitu, saya masih berharap untuk bisa kembali berkarier di Swedia suatu saat nanti," ucap dia.



Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.