Curahan Hati Mantan Pemain PSS Sleman karena Bisnisnya Ikut Terdampak Pandemi

Kompas.com - 22/04/2020, 20:20 WIB
Mantan pemain PSS Sleman yang memiliki toko olahraga di Malang foto bersama Achmad Bustomi. Dokumentasi PribadiMantan pemain PSS Sleman yang memiliki toko olahraga di Malang foto bersama Achmad Bustomi.


MALANG, KOMPAS.com - Mantan pemain PSS Sleman Dicky Prayoga mengakui pandemi virus corona ikut memberikan dampak yang cukup besar dalam bisnis peralatan olahraga miliknya.  Namun untungnya kini dia sudah mulai beradaptasi dengan perubahan signifikan yang terjadi.

“Iya ada dampak dari pandemi virus corona ini. Penjualan offline turun sekitar 50 persen. Kalau online sudah mulai stabil lagi,” kata Dicky kepada Kompas.com.

Dicky Prayogo merintis usaha peralatan olahraga yang diberi nama Jacksport pada tahun 2011 silam. Usaha ini dibangun waktu dia kuliah sekitar tahun 2010.

Baca juga: Gawang Favorit Lionel Messi di Liga Spanyol

Ketika itu, dia membeli sepatu bola karena ada turnamen futsal Nasional di Fakultas Ekonomi UI Jakarta. Tanpa diduga banyak rekan-rekannya ingin ikut membeli sepatu melaluinya. Setelah melihat peluang besar tersebut akhirnya Dicky Prayoga mantab mendirikan binisnya sendiri.

Awalnya mantan pemain Persela Lamongan ini hanya fokus memasarkan produk sepatu saja. Perlahan-lahan semakin berkembang sehingga mulai menyediakan peralatan olahraga dan Jacksport memiliki outlet sendiri di Jalan Ikan Gurami Dalam Kota Malang.

Selama sembilan tahun perjalanannya, usaha yang dirintis Dicky tentu tidak selalu berjalan mulus. Namun pandemi corona ini memang menjadi sebuah tantangan yang tidak biasa.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

“Kalau penjualan offline turun sekitar 50 persen. Kalau online sudah mulai stabil kembali,” tutur pria berusia 30 tahun.

Penurunan omzet tersebut sedikit banyak karena diberlakukannya physical distancing penghentian sementara kompetisi yang membuat seluruh kegiatan tim sepakbola berhenti.

Akan tetapi Dicky Prayoga mengungkapkan ada hal positif yang bisa diambil. Karena banyak tim yang menerapkan latihan mandiri, kini peralatan latihan banyak diburu.

Bahkan beberapa pemain profesional membeli langsung dari toko Dicky seperti Ahmad Bustomi, Dendi Santoso, Annas Fitranto dan masih banyak yang lain.

“Iya saya terbantu dengan adanya program latihan di rumah. Ada rejeki lain, alhamdulillhah ada saja ganti rejekinya.” ucapnya

“Rata-rata pemain Liga 1 beli agility ladder, agility hurdle, agility rings, matras, AB wheel dan karet resistance band,” imbuh mantan pemain Persela Lamongan.

Saat ini Dicky Prayoga sedang vakum dari dunia sepak bola setelah kontraknya habis bersama Kalteng Putra pada 2018 silam.

Meskipun bisnisnya memiliki prospek yang cukup cerah, Dicky masih memiliki harapan besar untuk kembali turun ke lapangan hijau.

“Saat ini istirahat dulu dari sepakbola. Insyaallah kalau ada kesempatan kembali lagi. Tapi tetap bermain bola dengan teman-teman,” pungkasnya.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.