Djadjang Nurdjaman Siap Terima Dampak dari Penghentian Kompetisi 2020

Kompas.com - 19/04/2020, 06:00 WIB
Pelatih Barito Putera, Djadjang Nurdjaman, dalam konferensi pers jelang laga Persib vs Barito, di Graha Persib, Sabtu (23/11/2019). KOMPAS.com/SEPTIAN NUGRAHAPelatih Barito Putera, Djadjang Nurdjaman, dalam konferensi pers jelang laga Persib vs Barito, di Graha Persib, Sabtu (23/11/2019).

BANDUNG, KOMPAS.com - Pelatih Barito Putera, Djadjang Nurdjaman, menyebut penghentian kompetisi Liga 1 2020 merupakan sesuatu yang merugikan insan sepak bola nasional.

Berbagai kegiatan olahraga memang terpaksa dihentikan sementara untuk mencegah penyebaran virus corona.

Djanur, sapaan akrab Djanur, berharap kompetisi musim 2020 bisa dilanjutkan kembali.

Baca juga: Cerita Pemain Barito Putera Karantina Mandiri di Papua

 

Namun, jika kompetisi terpaksa dihentikan, ia mengaku siap menerima berbagai dampaknya.

"Dengan berhentinya secara total kegiatan sepak bola, terutama kompetisi yang sudah berjalan, tentunya ini kondisi yang sangat tidak mengenakan," ucap Djanur pada Sabtu (18/4/2020).

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Sejauh ini, Persatuan Sepak Bola Seluruh Indonesia (PSSI) meenangguhkan kompetisi hingga 29 Mei 2020.

Dengan demikian, jika pandemi virus corona dan mereda dan situasi dalam negeri kondusif, kompetisi sudah bisa dilanjutkan pada awal Juli 2020.

Akan tetapi, bila hingga akhir Mei 2020 pandemi virus corona di Indonesia tak kunjung reda, maka kompetisi musim ini akan dihentikan total.

Menurut kabar, PSSI sudah memikirkan opsi untuk tetap menghidupkan semarak sepak bola nasional bila kompetisi harus dihentikan.

Salah satu opsi yang sedang dimatangkan adalah membuat turnamen pengganti kompetisi pada akhir tahun nanti.

Turnamen tersebut digelar untuk mengisi kekosongan selama jeda menuju kompetisi pada musim berikutnya.

Djanur menyambut baik rencana tersebut. Hanya saja, hal tersebut pun akan berdampak pada penyesuaian kontrak pemain dan pelatih.

"Belum secara resmi kami dapat informasinya, tetapi sepintas sudah ada wacana. Dengar-dengar (opsi itu diambil) kalau memang kompetisi tahun ini benar-benar tidak ada atau tidak dilanjutkan," kata Djanur.

"Artinya, kami akan ada penyesuaian, mungkin ada revisi soal kontrak dengan klub, termasuk dengan kegiatan-kegiatan tahun ini," tutur Djanur.

Untuk saat ini, Djanur menginstruksikan seluruh pemain Barito Putera untuk tetap menjaga kebugaran dengan menjalani latihan mandiri di rumah masing-masing.

Pemantau pun dilakukan secara ketat. Pasalnya, semua pemain wajib untuk mengirimkan video kegiatan latihan mereka.

Baca juga: Asisten Pelatih Barito Putera, Yunan Helmi, Sembuh dari Virus Corona

 

Hal tersebut dilakukan agar tim pelatih mengetahui aktivitas fisik yang dijalani pemain selama penundaan kompetisi.

"Menjaga-jaga untuk menyikapi beberapa kemungkinan, jadi tetap saya instruksikan kepada pemain untuk tetap melakukan aktivitas di rumah," ucap Djanur.

"Artinya mereka dibekali agar melakukan individual training di rumah dan hasilnya di rumah itu selalu kami pantau dengan memberikan report dengan video yang mereka buat."



Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.