Kompas.com - 17/04/2020, 20:00 WIB
Logo Persib Bandung. TWITTER.com/PERSIBLogo Persib Bandung.

KOMPAS.com - Tepat hari ini, 17 April 1994, Persib Bandung mengukir cerita indah dalam sejarah klub berjuluk Maung Bandung tersebut.

Persib menjuarai kompetisi Divisi Utama Perserikatan musim 1993-1994 setelah menaklukkan PSM Ujungpandang dengan skor 2-0 pada laga final yang digelar di Stadion Utama Senayan.

Kesuksesan tersebut tidak terlepas dari peran salah satu pemain mereka, Asep Kustiana, yang akrab disapa Munir.

Dilansir dari laman resmi klub, Munir mengungkapkan cerita di balik kemenangan yang tak terlupakan bagi dirinya.

Pemain yang disebut sebagai legenda Persib itu mengatakan bahwa sebelum partai final digelar, suasana tegang sempat menyelimuti hampir semua penggawa Persib. Bahkan, Munir mengaku gelisah dan sulit tidur.

Salah satu legenda Persib Bandung, Asep Kustiana.DOK. Persib Bandung Salah satu legenda Persib Bandung, Asep Kustiana.

Baca juga: Sejarah Hari Ini, Persib Bandung Juara Kompetisi Era Perserikatan

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Melihat ketegangan tersebut, pelatih Indra Thohir tak tinggal diam. Dia meminta seluruh anggota tim untuk mencairkan suasana agar bisa bermain fokus saat menghadapi PSM Ujungpandang.

"Malam menjelang pertandingan, hampir semalaman sulit tidur, tidak nyenyak. Pagi hari juga masih terasa suasana tegang," ungkap Munir.

"Namun, kami semua dibawa santai. Setelah sarapan pun latihan ringan suasananya santai. Kami fokus memberikan permainan terbaik untuk bawa hasil maksimal ke Bandung," tutur dia menambahkan.

Cara tersebut terbilang ampuh setelah Persib mampu menampilkan permainan apik sepanjang pertandingan.

Dalam laga yang berakhir dengan skor 2-0, Munir berkontribusi dalam salah satu gol skuad Pangeran Biru.

Umpan matangnya dari lini tengah membuat Sutiono Lamso membuka keunggulan pada menit ke-26.

Baca juga: Persib, Arema, hingga Persija, Kenapa Julukan Klub Indonesia Pakai Jenis Hewan?

Momen tersebut menjadi salah satu yang tak terlupakan dalam karier sepak bola Munir.

Dengan bangga dia mengklaim bahwa umpan yang berujung gol pembuka itu adalah aksinya.

"Saya tidak akan lupa. Saat pertandingan final, saya beri assist untuk gol Sutiono Lamso," kata Munir.

"Saya yang memberi umpan silang untuk gol itu," tutur dia menegaskan.

Lebih lanjut, Munir berharap agar kenangan manis Persib pada 17 April 1994 silam bisa menginspirasi para penggawa Maung Bandung saat ini.

Dia berharap prestasi yang dicatatkan Persib pada masa lalu bisa terulang kembali.

Menurutnya, hasil positif yang diraih Pangeran Biru dalam tiga laga awal Shopee Liga 1 2020 ini menjadi modal penting untuk meraih prestasi musim ini.

Baca juga: Doa dan Harapan Kapten Persib Jelang Memasuki Bulan Ramadan

Seperti yang diketahui sebelumnya, skuad asuhan Robert Rene Alberts sedang berada dalam tren positif setelah meraih poin sempurna dari tiga laga awal Liga 1 2020.

Namun, laju Persib harus terhambat setelah kompetisi resmi ditangguhkan akibat wabah virus corona.

Menanggapi hal tersebut, Munir mengatakan bahwa yang terpenting saat ini adalah menunggu hingga pandemi Covid-19 berakhir. Sehingga Persib bisa melanjutkan perjuangan dan menjadi tim terbaik musim ini.

"Terpenting wabahnya hilang dulu, liga bergulir lagi, Persib juara dan tetap menjadi klub terbaik serta kebanggaan bobotoh," tandasnya.



Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.