Radja Nainggolan Si Hati Emas, Jadi Sukarelawan di Wabah Virus Corona

Kompas.com - 17/04/2020, 10:30 WIB
Radja Nainggolan menjadi sukarelawan dalam distribusi pembagian makanan bagi keluarga yang ekonominya terdampak pandemi virus corona di Cagliari, Pulau Sardinia. CORRIERE DELLO SPORTRadja Nainggolan menjadi sukarelawan dalam distribusi pembagian makanan bagi keluarga yang ekonominya terdampak pandemi virus corona di Cagliari, Pulau Sardinia.

KOMPAS.com - Suatu gestur indah ditunjukkan oleh Radja Nainggolan. Sang gelandang asal Cagliari tersebut menjadi seorang sukarelawan di Fiera di Cagliari, semacam pekan raya yang bergulir untuk mendistribusikan bantuan makanan bagi rakyat setempat yang terdampak wabah virus corona.

Italia masih menjadi salah satu episentrum Covid-19 di Eropa.

Menurut data dari Pusat Sains dan Sistem Teknik Universitas Johns Hopkins, ada hampir 170.000 kasus positif Covid-19 di Italia dengan 22.000 lebih angka kematian, terbesar di Eropa.

Lockdown yang telah berlangsung selama satu bulan lebih membuat banyak warga Italia mengalami kesulitan memenuhi kebutuhan dasar.

Baca juga: Nikaragua, Negara di Mana Covid-19 pun Tak Berdaya

Oleh karena itulah, Radja Nainggolan turun langsung membantu salah satu yayasan amal Italia, Caritas, yang bergerak untuk mendistribusikan paket makanan kepada mereka yang paling membutuhkan.

Tuttomercato menggambarkan gestur ini sebagai "hati emas Nainggolan" karena gelandang Inter Milan yang tengah dipinjamkan ke Cagliari tersebut tidak hanya sekedar tampil di pekan raya tersebut.

Nainggolan menghabiskan setengah hari di lapangan untuk mendata para keluarga yang kesulitan dan perlu mendapatkan kebutuhan dasar tersebut.

Padahal, istri Nainggolan sedang menjalani pengobatan untuk kanker yang dialaminya. Menurut Nainggolan, Claudia berisiko tinggi jika sampai tertular virus corona karena kekebalan tubuhnya tidak maksimal.

Gelandang Belgia berdarah Indonesia itu mengantipasi agar terhindar dari virus corona sehingga tak menular kepada sang istri. 

Baca juga: Marathon Horor Olimpiade 1904, Sang Pemenang Minum Racun Tikus Jelang Garis Finish

"Sekarang, ketika saya pergi keluar berbelanja, ada risiko saya tertular virus corona," ucapnya pada akhir bulan lalu.

Halaman:


Rekomendasi untuk anda
INTERNASIONAL
Ini Klub Pilihan Pele
Ini Klub Pilihan Pele
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X