Kompas.com - 16/04/2020, 22:00 WIB
Kapten Persib Bandung, Supardi Nasir. KOMPAS.com/SEPTIAN NUGRAHAKapten Persib Bandung, Supardi Nasir.

BANDUNG,KOMPAS.com - Kapten Persib Bandung, Supardi Nasir, berbagi kabar mengenai situasi yang kini terjadi di daerah asalnya, Pekanbaru.

Seperti diketahui, Pekanbaru menjadi episentrum penyebaran virus corona di Provinsi Riau. Angka penyebaran Covid-19 di Pekanbaru terus meningkat.

Sejauh ini sudah ada 11 orang terkonfirmasi positif corona di Pekanbaru. Dari jumlah tersebut dua pasien dinyatakan meninggal, sementara empat pasien dinyatakan sembuh. 

Situasi tersebut membuat Pemerintah Kota (Pemkot) Pekanbaru bersiap untuk menerapkan kebijakan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) pada Jumat (17/4/2020).

Baca juga: Asal-usul, Menelusuri Julukan Maung Bandung bagi Persib

Supardi mendukung kebijakan tersebut karena situasi di Pekanbaru saat ini kurang bersahabat karena virus corona.

"Situasinya memang sedang kurang bersahabat, karena Pekanbaru termasuk kota yang masuk zona merah. Jadi agak mengkhawatirkan juga," kata Supardi, Kamis (16/4/2020).

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Sejauh ini, Supardi dan keluarga dalam kondisi sehat. Mantan pemain PSMS Medan itu mengaku, selalu menjalankan anjuran dari pemerintah dengan membatasi kegiatan di luar rumah, serta menjaga kebersihan diri dan lingkungannya.

Selain itu, Supardi pun rajin menjaga kebugarannya dengan menjalani latihan mandiri sesuai program yang sudah disusun oleh tim pelatih Persib selama masa jeda kompetisi.

"Kalau kegiatan, sampai saat ini ya, kita lebih banyak di rumah, tidak banyak perubahan. Kita tetap latihan seperti biasa, program yang diberikan staf pelatih semua," ungkap Supardi.

Supardi berharap, pandemi virus corona di Indonesia segera mereda. Terlebih tak lama lagi bulan Ramadhan tiba.

Supardi mengatakan, meski dalam situasi sulit seperti ini, dirinya tetap berbahagia menyambut bulan suci Ramadhan. Pasalnya, ini adalah momentum bagi seluruh umat Islam untuk meningkatkan kualitas ibadahnya agar mendapatkan keberkahan dari Allah SWT.

"Mudah-mudahan kita disampaikan oleh Allah untuk menjalankan ibadah di bulan Ramadhan ini. Persiapannya ya seperti biasa saja. Tentunya harus tetap bergembira dalam menyambutnya, meski dalam situasi seperti ini, karena ini adalah bulan penuh berkah," tutur Supardi.

"Tentunya, dalam momentum ini kita berharap agar wabah ini Allah angkat. Kita bisa menikmati waktu-waktu seperti sebelumnya, semuanya normal," tegas Supardi.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.