Pengganti Ratu Tisha di Posisi Sekjen PSSI Butuh Proses Panjang

Kompas.com - 14/04/2020, 18:40 WIB
Ekspresi Sekjen PSSI, Ratu Tisha, dalam wawancara eksklusif dengan Kompas.com, Selasa (12/2/2019). KOMPAS.COM/FERRIL DENNYSEkspresi Sekjen PSSI, Ratu Tisha, dalam wawancara eksklusif dengan Kompas.com, Selasa (12/2/2019).

KOMPAS.com – Wakil ketua Umum PSSI Cucu Soemantri menegaskan, penunjukkan sosok pengganti Ratu Tisha sebagai Sekjen PSSI perlu proses yang panjang.

Ratu Tisha Destria secara resmi mundur dari jabatannya sebagai Sekretaris Jenderal (Sekjen) PSSI pada Senin (13/4/2020).

Hal itu diumumkan Ratu Tisha pertama kali lewat unggahan video berdurasi 1 menit 45 detik diakun Instagram pribadinya.

Mundurnya Ratu Tisha memunculkan pertanyaan di kalangan pecinta sepak bola Indonesia terkait siapa penggantinya di posisi Sekjen PSSI.

Baca juga: Soal Proses Pengganti Ratu Tisha, Ini Kata Waketum PSSI

Cucu Soemantri lalu memberikan jawaban terkait sosok yang bakal mengisi posisi Sekjen PSSI.

Pria yang juga menjabat Direktur Utama PT Liga Indonesia Baru (PT LIB) itu menegaskan, calon pengganti Ratu Tisha harus terlebih dahulu melewati mekanisme PSSI.

“Ada fit and proper test yang harus diikuti oleh sang calon. Tanpa kecuali. Setelah itu, harus ada persetujuan dari Komite Eksekutif PSSI,” kata Cucu, Selasa (14/4/2020).

Posisi sebagai sekjen tergolong vital dan memiliki peran penting di PSSI.

Baca juga: Mantan Bek Persib Turut Apresiasi Kinerja Ratu Tisha Selama di PSSI

Oleh sebab itu, sosok yang bakal menempati posisi Sekjen PSSI dituntut paham dan menguasai organisasi serta kultur sepak bola Indonesia secara menyeluruh.

“Sekali lagi, menilik tanggung jawab dan tugasnya yang berat, wajar jika penentuan Sekjen PSSI itu harus melalui tahapan yang panjang dan detail,” tutur Cucu.

Halaman:


Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X