Kompas.com - 13/04/2020, 14:20 WIB
Penyerang Liverpool, Daniel Sturridge, menari merayakan golnya ke gawang Tottenham pada pertandingan Piala Liga di Anfield, Selasa (25/10/2016). OLI SCARFF/AFP Penyerang Liverpool, Daniel Sturridge, menari merayakan golnya ke gawang Tottenham pada pertandingan Piala Liga di Anfield, Selasa (25/10/2016).


KOMPAS.com - Mantan pemain Liverpool dan Chelsea, Daniel Sturridge, dikenal memiliki selebrasi yang unik.

Setelah berhasil membobol gawang lawan, penyerang berkebangsaan Inggris itu kerap melakukan perayaan dengan sebuah tarian yang ia sebut dengan "the Sturridge dance" atau tarian Sturridge.

Lewat salah satu video yang dia unggah pada akun Youtube pribadinya, Sturridge mengungkapkan cerita di balik terciptanya gerakan tersebut.

Sturridge mengklaim gerakan yang ia lakukan saat mencetak gol ke-50 untuk Liverpool di ajang Liga Inggris itu merupakan ciptaannya sendiri.

"Ini adalah 'the Sturridge dance', bukan tarian 'wave' (ombak) seperti yang disebut dalam game FIFA," ucap Sturridge yang dikutip dari Goal.

Baca juga: Sturridge Merasa Punya Andil bagi Liverpool Juara Liga Champions

Lebih lanjut, dia menceritakan bahwa gerakan itu tercipta ketika sedang berkumpul bersama sepupu dan rekan-rekannya.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

"Saya sedang berkumpul dengan sepupu dan teman-teman di apartemen saya. Ada beberapa musik yang diputar, beberapa orang merekam momen itu," ucap Sturridge.

"Saya benar-benar baru mulai melakukan gerakan itu, tidak semulus sekarang. Saya hanya memutuskan untuk mulai bergerak seperti itu."

"Kami semua menganggapnya lucu dan kemudian saya berbicara, 'Anda tahu, jika saya mencetak gol, saya akan melakukan gerakan ini!" tutur dia menambahkan.

Baca juga: Lampard Bisa Bawa Chelsea Juara Jika Diberi Kebebasan Seperti Klopp

Sturridge mengatakan, gerakan yang sudah melekat pada dirinya itu pertama kali dilakukan pada laga Piala Liga Inggris musim 2012-2013 kontra Manchester United.

Pada laga yang digelar di Stadion Stamford Bridge itu, Sturridge menyumbangkan satu gol pada menit ke-97 babak tambahan waktu.

Sumbangan satu golnya sekaligus membantu Chelsea memenangi laga dengan skor tipis 5-4, dan berhak melaju ke babak selanjutnya.

"Itu adalah pertama kali saya membawakan tariannya. Gerakan saya banyak berkembang sejak itu. Dulu tidak semulus atau sebersih sekarang," kata Sturridge.

Baca juga: Man United Harus Lakukan Hal Ini untuk Bersaing dengan Liverpool

Selain itu, Sturridge berpendapat bahwa selebrasi di lapangan hijau adalah sesuatu yang mencerminkan karakter seorang pesepak bola.

Sehingga, dia mengatakan bahwa selebrasi tidak melulu soal tarian, melainkan bisa dilakukan dengan hal yang lebih sederhana.

Dia mengambil contoh selebrasi dari beberapa pemain yang merumput di Inggris, seperti Alan Shearer dan Robbie Kane.

"Saya tidak mengatakan menari harus menjadi sesuatu yang Anda lakukan."

"Alan Shearer memiliki perayaan ikonik, semua orang tahu, satu tangan di udara. Robbie Keane melakukan roll dan cartwheel. Jadi, banyak perayaan di luar sana yang saya rasa adalah ikon," tandas dia.

Terkait karier sepak bola, pemain berusia 30 tahun itu kini tidak memiliki klub.

Dilansir dari Goal, dia sedang menerima larangan bermain selama empat bulan terkait pelanggaran terhadap peraturan judi.

Hal tersebut membuat kontraknya dengan salah satu klub Turki, Trabzonspor, dibatalkan.



Sumber GOAL
Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.