Menjaga Api Olimpiade Tetap Bernyala

Kompas.com - 12/04/2020, 20:26 WIB
Obor Olimpiade diarak pada acara penyerahan api Olimpiade untuk Olimpiade Tokyo 2020 pada 19 Maret 2020. Seremoni diadakan tanpa penonton sebagai langkah pencegahan dari penyebaran virus corona. AFP/ARIS MESSINISObor Olimpiade diarak pada acara penyerahan api Olimpiade untuk Olimpiade Tokyo 2020 pada 19 Maret 2020. Seremoni diadakan tanpa penonton sebagai langkah pencegahan dari penyebaran virus corona.

TOKYO, KOMPAS.com - Olimpiade Tokyo 2020 sudah pasti mengalami penundaan pada setahun ke depan.

Namun begitu, tantangan tetaplah tak surut.

Baca juga: Pameran Api Olimpiade Tokyo Ditutup, Tak Tentu Kapan Dibuka Kembali

Komite Organisasi Olimpiade Tokyo punya tantangan baru yakni menjaga agar nyala api Olimpiade itu tetap abadi hingga tahun depan.

Warga dengan masker pelindung menjaga dari penularan virus COVID-19, mengantre secara berjarak untuk menyaksikan api Olimpiade saat tur Reli Api Olimpiade Tokyo 2020 di Fukushima, Jepang, Selasa (24/3/2020).ANTARA FOTO/REUTERS/KYODO Warga dengan masker pelindung menjaga dari penularan virus COVID-19, mengantre secara berjarak untuk menyaksikan api Olimpiade saat tur Reli Api Olimpiade Tokyo 2020 di Fukushima, Jepang, Selasa (24/3/2020).

Api Olimpiade itu diambil melalui kaca suryakanta di kota tua Olimpiade di Yunani pada 12 Maret 2020.

Menurut informasi dari sumber di Organisasi Olimpiade Internasional (IOC), panitia lokal diperintahkan menyembunyikan lokasi terkini api Olimpiade.

Obor Olimpiade 2020 saat dipamerkan ke publik pada 1 Juni 2019 di Tokyo. AFP/BEHROUZ MEHRI Obor Olimpiade 2020 saat dipamerkan ke publik pada 1 Juni 2019 di Tokyo.

"Ini untuk alasan keamanan," kata pernyataan IOC.

Awalnya, setiba di Jepang, api Olimpiade disemayamkan di Prefektur Fukushima.

Aktris Yunani Katerina Lechou (kanan) memainkan peran sebagai Pendeta Agung dalam upacara tradisional Penyalaan Api untuk Olimpiade Musim Dingin Pyeongchang 2018, di Kuil Hera, Kota Olympia, Yunani, Selasa (24/10/2017). Obor Olimpiade ini akan tiba di Korea Selatan pada 1 November mendatang dan akan dibawa keliling dalam estafet yang akan berakhir 100 hari kemudian, bertepatan dengan upacara pembukaan di Pyeongchang, 9 Februari 2018.AFP PHOTO/ARIS MESSINIS Aktris Yunani Katerina Lechou (kanan) memainkan peran sebagai Pendeta Agung dalam upacara tradisional Penyalaan Api untuk Olimpiade Musim Dingin Pyeongchang 2018, di Kuil Hera, Kota Olympia, Yunani, Selasa (24/10/2017). Obor Olimpiade ini akan tiba di Korea Selatan pada 1 November mendatang dan akan dibawa keliling dalam estafet yang akan berakhir 100 hari kemudian, bertepatan dengan upacara pembukaan di Pyeongchang, 9 Februari 2018.

Persisnya di tempat latihan pelatnas Jepang, J-Village.

Di situ, publik diberi kesempatan panitia melihat api tersebut.

Logo Olimpiade Tokyo 2020Shutterstock Logo Olimpiade Tokyo 2020

Tapi, pandemi corona yanh ikut melanda Jepang membuat acara publik itu batal terlaksana.

Olimpiade dan Paralimpik Tokyo akan berlangsung mulai 23 Juli 2021 hingga 8 Agustus 2021 serta 24 Agustus 2021 hingga 5 September 2021.

"Api Olimpiade saat ini berada di bawah supervisi Komite Organisasi," ujar CEO Olimpiade Tokyo Toshiro Muto.

Ketua Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Solo, Ahyani.KOMPAS.com/LABIB ZAMANI Ketua Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Solo, Ahyani.



Sumber Kyodo News
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X