Kontribusi Glenn Fredly untuk Sepak Bola lewat Sebuah Film...

Kompas.com - 08/04/2020, 20:54 WIB
Glenn Fredly tampil dalam konser tunggalnya yang bertajuk Cinta Beta di Istora Senayan, Jakarta, Minggu (2/9/12). Konser ini menceritakan perjalanan 17 tahun Glenn berkarya di kancah musik Indonesia. Dalam konser ini Glenn membawakan 24 lagu andalan. 

Kompas Images/Mundri Winanto
02-09-2012

DIMUAT 1/9/12 HAL 15 *** Local Caption *** Glenn Fredly tampil dalam konser tunggalnya yang bertajuk Cinta Beta di Istora Senayan, Jakarta, Minggu (2/9). Konser ini menceritakan perjalanan 17 tahun Glenn berkarya di kancah musik Indonesia. Dalam konser ini Glenn membawakan 24 lagu andalan. 

Kompas Images/Mundri Winanto
02-09-2012 KOMPAS IMAGES/ MUNDRI WINANTOGlenn Fredly tampil dalam konser tunggalnya yang bertajuk Cinta Beta di Istora Senayan, Jakarta, Minggu (2/9/12). Konser ini menceritakan perjalanan 17 tahun Glenn berkarya di kancah musik Indonesia. Dalam konser ini Glenn membawakan 24 lagu andalan. Kompas Images/Mundri Winanto 02-09-2012 DIMUAT 1/9/12 HAL 15 *** Local Caption *** Glenn Fredly tampil dalam konser tunggalnya yang bertajuk Cinta Beta di Istora Senayan, Jakarta, Minggu (2/9). Konser ini menceritakan perjalanan 17 tahun Glenn berkarya di kancah musik Indonesia. Dalam konser ini Glenn membawakan 24 lagu andalan. Kompas Images/Mundri Winanto 02-09-2012

KOMPAS.com - Kabar duka datang dari dunia hiburan Indonesia setelah musisi Glenn Fredly meninggal dunia, Rabu (8/4/2020) malam WIB.

Glenn Fredly dikabarkan meninggal dunia pada usia 44 tahun karena penyakit meningitis.

Selain menjadi musisi, Glenn Fredly juga dikenal memiliki bakat di dunia film. Glenn Fredly tercatat pernah tiga kali menjadi produser film layar lebar, salah satunya bertema sepak bola.

Film itu adalah " Cahaya dari Timur: Beta Maluku" yang dirilis pada 2014.

Film ini secara garis besar bercerita tentang perjuangan Sani Tawainela membangun perdamaian melalui sepak bola di Maluku di tengah konflik Ambon.

Dalam cerita awal, Sani Tawainela dikisahkan pernah membela timnas Indonesia pada Piala Pelajar Asia 1996.

Baca juga: Selamat Jalan, Bung Glenn Fredly!

Namun, mimpi Sani Tawainela menjadi pesepak bola profesional gagal terwujud sehingga dirinya memutuskan pulang ke Maluku.

Meski gagal menjadi pemain profesional, kecintaan Sani Tawainela kepada sepak bola tidak luntur.

Sani memutuskan untuk membangun sepak bola di Maluku dengan menjadi pelatih.

Kisah ini menjadi menarik karena saat konflik berkecamuk Sani mampu mendidik anak asuhnya dari latar agama berbeda untuk tetap saling menghormati dan menghargai dalam kehidupan persaudaraan.

Baca juga: Glenn Fredly Meninggal Dunia

Halaman:
Menangkan e-Voucher Belanja total jutaan rupiah. Kumpulkan poin di Kuis Hoaks/Fakta. *S&K berlaku
Ikut


Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X