Ini Kesepakatan tentang Pemotongan Gaji Pemain di Liga Perancis

Kompas.com - 08/04/2020, 13:28 WIB
Angel Di Maria merayakan gol yang dia cetak pada laga pekan ke-24 Ligue 1 antara Paris Saint-Germain vs Lyon di Stadion Parc des Princes, Senin (10/2/2020) dini hari WIB. AFP/FRANCK FIFEAngel Di Maria merayakan gol yang dia cetak pada laga pekan ke-24 Ligue 1 antara Paris Saint-Germain vs Lyon di Stadion Parc des Princes, Senin (10/2/2020) dini hari WIB.

PARIS, KOMPAS.com - Klub-klub dan para pemain di Liga 1 dan Liga 2 Perancis bersepakat meneken peraturan tidak mengikat tentang gaji selama pandemi corona berlangsung.

Laman xinhuanet.com menulis, selama jangka waktu tertentu, para pesepak bola itu bersedia mengalami pemotongan gaji.

Baca juga: Ligue 1 Dianggap Tak Kompetitif, Angel Di Maria Singgung Liverpool di Liga Inggris

"Para pemain sudah mendapatkan jaminan bahwa sisa gaji mereka bakal dipenuhi ketika hak siar televisi sudah dipenuhi," kata pernyataan Persatuan Pesepak Bola Profesional Nasional Perancis (UNFP).

Bek Paris Saint-Germain, Marquinhos merayakan gol pada pertandingan Ligue 1 melawan Amiens di Parc des Princes, Paris (20/10/2018). ANNE-CHRISTINE POUJOULAT Bek Paris Saint-Germain, Marquinhos merayakan gol pada pertandingan Ligue 1 melawan Amiens di Parc des Princes, Paris (20/10/2018).

Sebagaimana diketahui, lembaga penyiaran Canal+ dan beIN Sprots menunda pembayaran hak siar lantaran terkendala virus corona.

Uang hak siar adalah salah satu sumber utama klub.

Saat ini, seluruh Liga Perancis dihentikan aktivitasnya sejak pertengahan Maret 2020.

Pemain depan Lille asal Pantai Gading Nicolas Pepe berselebrasi setelah mencetak gol dalam pertandingan Ligue 1 Perancis antara Lille (LOSC) dan Angers (SCO) di Stadion Pierre-Mauroy di Villeneuve dAscq, dekat Lille, Prancis utara, pada 18 Mei 2019.DENIS CHARLET/AFP Pemain depan Lille asal Pantai Gading Nicolas Pepe berselebrasi setelah mencetak gol dalam pertandingan Ligue 1 Perancis antara Lille (LOSC) dan Angers (SCO) di Stadion Pierre-Mauroy di Villeneuve dAscq, dekat Lille, Prancis utara, pada 18 Mei 2019.

"Idealnya, para pemain mendapatkan sebagaian dari gaji April mereka," kata Presiden UNFP Philippe Piat.

Menurut Piat, perjanjian tidak mengikat itu tidak bisa disahkan dalam Undang-undang Ketenagakerjaan Perancis.

Thilo Kehrer berselebrasi seusai mencetak gol untuk timnya di laga Nantes vs PSG pada Ligue 1 Perancis, 5 Februari 2020.AFP/Loic Venance Thilo Kehrer berselebrasi seusai mencetak gol untuk timnya di laga Nantes vs PSG pada Ligue 1 Perancis, 5 Februari 2020.

"Tapi, mayoritas pemain tidak menentang perjanjian tidak mengikat itu," imbuh Piat.

Secara rinci, pemotongan gaji pemain akan mulai di kisaran 20 persen.

Halaman:
Menangkan e-Voucher Belanja total jutaan rupiah. Kumpulkan poin di Kuis Hoaks/Fakta. *S&K berlaku
Ikut


Sumber Xinhuanet
Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X