Gelandang Jangkar Persik Ungkap Kesan Pertamanya Main di Liga 1

Kompas.com - 07/04/2020, 01:00 WIB
Saat pembukaan Shopee Liga 1 2020, pemain Persik Kediri Ady Eko Jayanto bersalaman dengan Cucu Somantri Direktur PT Liga Indonesia Baru (LIB) sebelum melawan Persebaya Surabaya di Stadion Gelora Bung Tomo Surabaya, Jawa Timur, Sabtu (29/02/2020) malam. KOMPAS.com/Suci RahayuSaat pembukaan Shopee Liga 1 2020, pemain Persik Kediri Ady Eko Jayanto bersalaman dengan Cucu Somantri Direktur PT Liga Indonesia Baru (LIB) sebelum melawan Persebaya Surabaya di Stadion Gelora Bung Tomo Surabaya, Jawa Timur, Sabtu (29/02/2020) malam.


KEDIRI, KOMPAS.com - Ady Eko Jayanto mendapatkan pengalaman baru usai menjalani tiga pertandingan Shopee Liga 1 2020.

Bagi Ady Eko, inilah musim perdananya bermain di kasta tertinggi Liga Indonesia.

Ady Eko bergabung dengan Persik Kediri pada musim 2018 silam.

Baca juga: Persik Kediri Sepakat Pengurangan Gaji Selama Pandemi Virus Corona

Pada musim perdananya, dia berhasil merengkuh trofi Liga 3 sekaligus mengantarkan Persik Kediri promosi ke Liga 2.

Tren positif tersebut berlanjut hingga akhirnya Macan Putih, julukan Persik, berhasil menjadi juara Liga 2 2019 dan kembali ke kasta tertinggi kompetisi Indonesia.

Memiliki kontribusi yang luar biasa, Ady Eko yang berposisi sebagai gelandang jangkar menjadi salah satu dari 10 orang yang dipertahankan Persik untuk mengarungi Liga 1 2020.

Dia juga menjadi salah satu dari enam pemain yang menemani Persik Kediri dari Liga 3.

Liga 1 tentunya memiliki level jauh berbeda dengan kompetisi yang dijalani Ady Eko sebelumnya.

Atmosfer persaingan terasa lebih berat sehingga memaksanya untuk mengeluarkan tenaga ekstra.

Menurutnya, membuat semua yang datang tanpa persiapan matang akan menjadi bulan-bulanan tim kuat layaknya hukum rimba.

"Ternyata Liga 1 cukup keras, menguras tenaga dan pikiran. Makanya, di Liga 1 harus benar-benar fokus dan disiplin 90 menit sampai pertandingan berakhir," ujar Ady Eko kepada Kompas.com.

"Kalau Liga 2 masih bisa lebih nyantai, bebannya juga tidak terlalu besar," kata dia menambahkan.

Meski demikian, perbedaan tersebut tak lantas membuat Ady Eko merasa rendah diri.

Baca juga: Bantu Petugas Medis Lawan Covid-19, Pemain Persik Kediri Ini Lelang Jersey

Sebaliknya, hal tersebut membuat Ady Eko semakin termotivasi untuk bisa berada dilevel tertinggi.

"Persiapan latihan rutin, menambah skill dan menjalankan taktik serta strategi yang diberikan pelatih saja kuncinya," ucap pemain asal Kabupaten Kediri tersebut.

Sejauh ini, pemain berusia 26 tahun tersebut tampil penuh pada tiga pekan awal Liga 1 2020, yaitu melawan Persebaya Surabaya, Bhayangkara FC, dan Persiraja Banda Aceh. 



Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar di artikel lainnya
Close Ads X