Damiano Tommasi Bahas Situasi Genting di Serie C dan Serie D

Kompas.com - 06/04/2020, 05:40 WIB
Ketua Asisoasi Pesepak Bola Italia, Damiano Tommasi (kanan), saat berbicara kepada wartawan di kantor pusat Federasi Sepak Bola Italia (FIGC) di Roma, Italia, membahas soal pemecatan Gian Piero Ventura sebagai pelatih timnas Italia pada 15 November 2017. FILIPPO MONTEFORTE / AFPKetua Asisoasi Pesepak Bola Italia, Damiano Tommasi (kanan), saat berbicara kepada wartawan di kantor pusat Federasi Sepak Bola Italia (FIGC) di Roma, Italia, membahas soal pemecatan Gian Piero Ventura sebagai pelatih timnas Italia pada 15 November 2017.

KOMPAS.com - Presiden Asosiasi Pesepak Bola Italia, Damiano Tommasi, mengutarakan bahwa 70 persen pemain profesional di Italia mengantongi gaji kotor kurang dari 50 ribu euro per tahun.

Damiano Tommasi berkomentar mengenai kondisi aktual yang terjadi kepada para pesepak bola profesional Italia di tengah pandemi virus corona.

Ia mengatakan bahwa sepak bola Italia lebih dari kehidupan glamor di Serie A.

Mayoritas pemain profesional di Italia, terutama di Serie D ke bawah akan terancam terjun ke krisis keuangan karena pendapatan minim mereka.

"Usaha yang kami lakukan sekarang adalah memastikan bahwa semua sumber daya dipakai agar mereka dapat pulih dari krisis ini, setidaknya melindungi mereka dengan gaji-gaji terendah," tuturnya seperti dikutip dari Gazzetta.

Baca juga: Pandemi Virus Corona di Italia Bahayakan 12.000 Klub dan 1 Juta Pesepak Bola

"Jelas, mereka ini jauh dari para juara yang sering disebut di media. Sebanyak 70 persen pemain Lega Pro (Serie C) mendapatkan gaji kotor kurang dari 50.000 euro (Rp 880 juta) per tahun," lanjut mantan pemain AS Roma ini.

Tommasi mengutarakan bahwa Serie D sendiri punya lebih dari 160 tim dan otoritas sepak bola Italia kesulitan untuk mencari solusi.

Alhasil, kans untuk memberhentikan musim menjadi sangat tinggi.

"Hal ini tentu membahayakan banyak pihak yang menggantungkan hidup dari sepak bola," tuturnya.

"Saya percaya bahwa kami juga punya tanggung jawab untuk menghidupkan kompetisi karena tak hanya atlet, pelatih, dan manajer yang terlibat. Para pekerja luar lapangan, fisioterapis, supir, dan pekerja stadion harus segera kembali setelah kondisi memungkinkan."

Baca juga: Pertemuan Serie A Buntu, Liga Italia Belum Menemukan Tanggal Kembali

Halaman Selanjutnya
Halaman:


Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar di artikel lainnya
Close Ads X