Kompas.com - 05/04/2020, 20:00 WIB
Georginio Wijnaldum dan para pemain Liverpool merayakan golnya ke gawang Atletico Madrid, Kamis (12/3/2020 dini hari WIB. AFP/JAVIER SORIANOGeorginio Wijnaldum dan para pemain Liverpool merayakan golnya ke gawang Atletico Madrid, Kamis (12/3/2020 dini hari WIB.

KOMPAS.com - Mantan pemain Liverpool, Danny Murphy, mengkritik langkah eks timnya merumahkan karyawan karena pandemi virus corona yang membuat kompetisi Liga Inggris musim ini ditangguhkan.

Diberitakan Kompas.com sebelumnya, Liverpool telah memulangkan beberapa karyawan mereka dan memastikan tetap akan memberi gaji penuh.

Liverpool memulangkan karyawan mereka melalui skema Pemerintah Inggris bertajuk The Coronavirus Job Retention Scheme.

Lewat skema tersebut, para karyawan akan mendapat gaji 80 persen yang dibayarkan Pemerintah Inggris dan klub membayar 20 persen sisanya.

Baca juga: Liverpool Rumahkan Karyawan dengan Tetap Memberi Gaji Penuh

Mereka yang mendapatkan bantuan pemerintah tersebut tak boleh bekerja bagi atasan/perusahaan mereka selama masa ini.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Kendati demikian, keputusan Liverpool tersebut menuai kecaman dari beberapa pihak termasuk beberapa mantan pemainnya. 

Danny Murphy mengatakan hal tersebut tak seharusnya dilakukan Liverpool karena klub yang bermarkas di Stadion Anfield itu memiliki cukup banyak uang untuk hidup di tengah pandemi virus corona.

Mengutip The Express, pemilik Liverpool, Fenway Sports Group, dilaporkan memiliki keuntungan bersih sebesar 2,2 miliar pound atau sekitar 44 triliun rupiah.

Karena itu, The Reds dinilai tidak perlu bantuan keuangan sekalipun dari pemerintah pada masa-sama sulit akibat pandemi virus corona.

"Itu aneh, karena hal tersebut tidak difokuskan untuk klub Premier League (kasta tertinggi Liga Inggris) yang punya cukup uang untuk bertahan," kata Murphy.

"Saya sangat kecewa dengan keputusan Liverpool karena bertentangan dengan kebersamaan dan persatuan yang selama ini digaungkan klub," sambung dia.

Mantan pemain Liverpool lainnya seperti Jamie Carragher dan Stan Collymore juga mengkritik keputusan The Reds.

Baca juga: Kebijakan Potong Gaji di Liga Inggris Seharusnya Berkaca pada NHS

Melalui akun Twitter pribadinya, Carragher menilai keputusan tersebut menghilangkan niat baik pemain dan manajer yang sudah setuju untuk dipotong gajinya.

"Juergen Klopp menunjukkan kepeduliannya untuk semua yang terdampak pada awal pandemi ini. Pemain senior juga setuju mengenai pemotongan gaji tapi semua itikad baik itu hilang. Kasihan Liverpool," tulis Carragher.

Eks Liverpool lainnya, Stan Collymore, lebih blak-blakan dan mengatakan cuti staf hanya diperuntukkan bagi bisnis kecil yang paling terdampak dari pandemi virus corona ini.

"Semuanya, cuti staf diperuntukkan kepada mereka yang mengelola bisnis kecil supaya menjaga kegiatan tersebut dari kerugian keuangan," kata Collymore.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.