PSSI-nya Belgia Minta UEFA Kabulkan Permintaan Hentikan Kompetisi

Kompas.com - 05/04/2020, 05:20 WIB
Presiden UEFA Aleksander Ceferin memberi isyarat saat konferensi pers menyusul pertemuan komite eksekutif di markas UEFA, di Nyon, Swiss pada 4 Desember 2019. AFP/FABRICE COFFRINIPresiden UEFA Aleksander Ceferin memberi isyarat saat konferensi pers menyusul pertemuan komite eksekutif di markas UEFA, di Nyon, Swiss pada 4 Desember 2019.

KOMPAS.com - Federasi Sepak Bola Belgia (RBFA) meminta UEFA menerima keputusan mereka untuk menghentikan Liga Belgia atau Jupiler Pro League 2019-2020 lebih cepat.

Pada Kamis (2/4/2020), dewan direktur Liga Belgia memberi rekomendasi kepada RBFA untuk menghentikan musim yang menyisakan delapan pertandingan lagi.

Pengumuman itu kemudian mendapat reaksi keras dari Presiden UEFA, Aleksander Ceferin.

Menurutnya, RBFA tidak patuh dengan komitmen UEFA yang ingin bersama-sama melanjutkan seluruh kompetisi domestik paling lambat Juli 2020.

UEFA, yang sudah menunda Euro 2020 serta final Liga Champions dan Liga Europa, mengirim surat kepada asosiasi anggota, penyelenggara liga, dan klub-klub top Eropa yang menjelaskan abhwa mereka ingin kompetisi domestik tetap dilanjutkan meski harus bergulir sampai Agustus mendatang.

Alhasil, Ceferin mengancam Belgia tidak akan mendapat jatah di kompetisi Eropa musim depan jika mereka lanjut menghentikan kompetisi kompetisi domestik.

Baca juga: Presiden UEFA Buka Suara soal Kelanjutan Kompetisi Musim Ini

Meski mendapat ancaman, RBFA dalam waktu dekat akan segera mengirim proposal ke UEFA yang berisi pertimbangan penghentian kompetisi.

Proposal itu akan diserahkan setelah rapat umum Dewan Direksi dan Majelis Umum Liga Belgia, Rabu (15/4/2020), di mana perwakilan ke-24 klub profesional Belgia akan melakukan voting.

Media asal Belgia, De Morgen, mengutarakan bahwa reformasi liga memerlukan 80 persen suara mayoritas untuk disahkan.

Namun, langkah penghentian Liga Belgia ini belum jelas masuk reformasi atau tidak, di mana mayoritas dua pertiga suara akan cukup jika ini tidak dilihat sebagai reformasi.

Halaman:


Sumber Sky Sports
Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar di artikel lainnya
Close Ads X