Bundesliga Baru Akan Kembali Paling Cepat pada Mei 2020

Kompas.com - 25/03/2020, 04:44 WIB
Laga Bayern Muenchen vs Leipzig pada lanjutan pekan ke-21 Bundesliga, kasta tertinggi Liga Jerman, Senin (10/2/2020) dini hari WIB. AFP/CHRISTOF STACHELaga Bayern Muenchen vs Leipzig pada lanjutan pekan ke-21 Bundesliga, kasta tertinggi Liga Jerman, Senin (10/2/2020) dini hari WIB.

KOMPAS.com - Penyelenggara kompetisi Liga Jerman, DFL, memberi rekomendasi untuk melanjutkan pemberhentian sementara Bundesliga dan Bundesliga 2 hingga setidaknya 30 April 2020.

Ke-36 klub anggota kedua kompetisi tertinggi Liga Jerman tersebut akan berkumpul lagi pada 31 Maret untuk membahas langkah berikut.

DFL tetap berencana untuk menyelesaikan Bundesliga pada 30 Juni, seperti komitmen liga-liga Eropa lain dengan UEFA.

"DFL menyadari bahwa semua skenario dan opsi akan tergantung pada faktor eksternal," demikian pernyataan resmi yang diumumkan ke publik pada Selasa (23/3/2020) malam waktu setempat.

Baca juga: Opsi Tanggal Alternatif dan Realistis Bagi Olimpiade Tokyo 2020

"DFL dan klub-klub tidak punya kuasa terhadap penyebaran virus dan evaluasi politik dari situasi yang terjadi."

"Dalam konteks ini, Presidium DFL merekomendasikan perpanjangan penghentian Bundesliga dan Bundesliga 2 sampai setidaknya 30 April."

Liga Jerman juga mengungkapkan kalau laga-laga tetap tak bergulir akan ada "potensi ancaman keberadaan" yang dihadapi beberapa klub.

Belum lagi, ada sekitar 56.000 orang yang dipekerjakan secara langsung atau pun tidak langsung pada setiap hari laga.

Oleh karena itu, DFL tengah menyusun berbagai skenario untuk menyelesaikan musim pada akhir Juni.

Opsi ini termasuk menyelesaikan liga di belakang pintu tertutup dengan jumlah minimal personel pendukung dan media.

Baca juga: Olimpiade Tokyo 2020 Ditunda, Ini 3 Olimpiade yang Juga Pernah Batal

Bundesliga 2019-2020 masih menyisakan 9 pertandingan, yang diharapkan bisa diselesaikan jika kompetisi dimulai lagi pada selang 30 April-30 Juni.

Jerman menjadi negara Eropa ketiga yang paling parah dihantam COVID-19 setelah Italia dan Spanyol.

Menurut data dari Pusat Sistem Sains dan Teknik Universitas Johns Hopkins ada 32.781 kasus positif Covid-19 dengan 157 kematian di Jerman.

Orang nomor satu di Jerman, Kanselir Angela Merkel, bahkan tengah menjalani isolasi mandiri karena berinteraksi dengan dokter yang telah positif terkena virus corona.

Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Ikut


Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X