Gelandang AC Milan Kritik Italia soal Penanganan Virus Corona

Kompas.com - 17/03/2020, 14:00 WIB
Gonzalo Higuain dan Lucas Biglia merayakan gol Suso pada pertandingan AC Milan vs Sampdoria di San Siro dalam lanjutan Liga Italia, 28 Oktober 2018. AFP/MARCO BERTORELLOGonzalo Higuain dan Lucas Biglia merayakan gol Suso pada pertandingan AC Milan vs Sampdoria di San Siro dalam lanjutan Liga Italia, 28 Oktober 2018.

KOMPAS.com - Gelandang AC Milan, Lucas Biglia, mengkritik penanganan pandemi virus corona di Italia.

Biglia mengatakan Italia meremahkan virus corona dan tidak mengikuti aturan sejak awal pandemi ini muncul.

"Mereka tidak hanya meremahkan masalah, tetapi orang-orang juga tidak mengikuti aturan yang ditetapkan," kata Lucas Biglia.

"Kami telah sampai pada situasi sulit di mana hari ini dokter dan tenaga medis bekerja tanpa lelah."

Baca juga: Cerita Kiper AC Milan Saat Italia "Lockdown", Sepi seperti Adegan Film

"Tidak hanya orang yang meninggal karena virus, tetapi orang dengan penyakit lain juga tidak bisa mendapat perawatan yang memadai. Karena virus corona, orang lain dikesampingkan," kata Biglia melanjutkan.

Semua kompetisi di Italia pun sudah ditangguhkan, termasuk Serie A, kasta tertinggi Liga Italia.

Menanggapi hal tersebut, Biglia mengapresiasi keputusan penangguhan kompetisi sepak bola dan mengatakan bahwa penanganan virus corona menjadi prioritas semua orang saat ini.

"Sepak bola adalah olahraga di mana banyak kepentingan dipertaruhkan, tetapi sekarang ada prioritas lain," ucap Biglia.

"Para pemain harus mengatakan bahwa sepak bola dihentikan karena kita tidak kebal virus ini," ucapnya mengakhiri.

Selain itu, sejumlah pemain Serie A juga positif terinfeksi virus corona.

Baca juga: Aksi Mulia AC Milan untuk Warga Terdampak Virus Corona

Mereka yakni Daniele Rugani (Juventus) serta tujuh pemain Sampdoria, Manolo Gabbdiadini, Omar Colley, Albin Ekdal, Antonino La Gumina, Morten Thorsbey, Fabio Depaoli, dan Bartosz Bereszynski.

Berdasarkan data yang dihimpun dari Pusat Sistem Sains dan Teknik Johns Hopkins University, Amerika Serikat, Selasa (17/3/2020) siang WIB, ada 27,980 kasus pandemi virus corona di Italia dengan kasus kematian mencapai 2.158 orang.

Kabar baiknya, sebanyak 2.749 orang di Italia telah dinyatakan sembuh dari virus corona.



25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar di artikel lainnya
Close Ads X