Ciuman Tevez kepada Maradona Jadi Keberuntungan Boca Juniors

Kompas.com - 10/03/2020, 12:27 WIB
Striker Boca Juniors, Carlos Tevez, melakukan selebrasi setelah mencetak gol yang membawa timnya juara Superliga Argentina. DAILYMAILStriker Boca Juniors, Carlos Tevez, melakukan selebrasi setelah mencetak gol yang membawa timnya juara Superliga Argentina.

KOMPAS.com - Carlos Tevez melakukan aksi yang tidak biasa menjelang pertandingan Boca Juniors versus Gimnasia. Mantan striker Manchester United tersebut mencium bibir Diego Maradona untuk keberuntungan timnya.

Benar saja, Carlos Tevez mencetak gol untuk membawa Boca Juniors menang 1-0 dalam pertandingan di Alberto Jose Armando, Minggu (8/3/2020) WIB.

Alhasil, raksasa Liga Argentina tersebut meraih gelar juara setelah mengalahkan tim besutan Maradona itu.

Kemenangan tersebut membuat Boca Juniors menyalip River Plate pada tabel divisi utama Superliga Argentina (kompetisi kasta tertinggi Liga Argentina).

Pasalnya, pada saat bersamaan sang rival abadi hanya bermain imbang 1-1 melawan Atletico Tucuman.

Baca juga: Solusi Jangka Pendek, Man United Didukung Pinjam Carlos Tevez

Boca Juniors mengumpulkan total 48 poin dari 23 laga yang dimainkan. Mereka unggul satu angka atas River Plate di urutan kedua.

Nah, menjelang pertandingan tersebut, kamera menyoroti apa yang dilakukan striker berusia 36 tahun tersebut. Sebelum kick-off, dia berlari menuju bench tim lawan dan mencium bibir Maradona.

Rupanya aksi tersebut membawa keberuntungan bagi Tevez. Mantan striker Juventus, Manchester City dan Manchester United tersebut mencetak gol pada menit ke-72 yang memastikan Boca Juniors menang.

Striker Boca Juniors, Carlos Tevez (kiri), mencium pelatih Gimnasia, Diego Maradona, jelang laga kedua tim.DAILYMAIL Striker Boca Juniors, Carlos Tevez (kiri), mencium pelatih Gimnasia, Diego Maradona, jelang laga kedua tim.

"Saya tahu, saya harus mencium Diego. Saya beruntung dengan cara itu. Kadang kala, anda harus melakukannya untuk keberuntungan," ujar Tevez dikutip dari Dailymail.

Ini merupakan gelar ketiga Liga Argentina yang diraih Boca Juniors dalam empat tahun.

Secara keseluruhan, mereka sudah mengangkat trofi tersebut sebanyak 34 kali, terpaut dua dari River (36 kali), yang tak pernah juara sejak 2014.

Tevez kembali berseragam Boca Juniors untuk kali ketiga pada Januari 2018. Pemain yang juga pernah menjadi bintang West Ham United ini mengaku sangat senang bisa merasakan lagi gelar juara Liga Argentina.

Baca juga: Polisi Masih Investigasi Ancaman Bom di Stadion Boca Juniors

"Saya lapar untuk meraih gelar juara lagi. Saya merasa, saya harus kembali ke lingkungan saya dan bertarung seperti ketika masih kecil," ujar Tevez mengenai keputusannya tersebut.

"Selama dua atau tiga tahun, ada pergolakan di kepalaku untuk melawan banyak hal. Saya selalu bekerja, berusaha dengan baik untuk mengatasinya."

Tevez mencetak sembilan gol dalam 17 pertandingan untuk membantu Boca Juniors memenangi titel juara. Perjuangan mereka masih akan berlanjut pada musim ini di pentas Copa Libertadores.

Performa Boca Juniors musim ini pun terbilang sangat mentereng. Bagaimana tidak, mereka hanya kebobolan delapan gol dalam 23 pertandingan. Bandingkan dengan semua tim musim ini yang kebobolan dua digit.

Striker Boca Juniors (kiri), Carlos Tevez, menghampiri pelatih Gimnasia, Diego Maradona, jelang pertandingan antara kedua tim.DAILYMAIL Striker Boca Juniors (kiri), Carlos Tevez, menghampiri pelatih Gimnasia, Diego Maradona, jelang pertandingan antara kedua tim.

Format kompetisi Liga Argentina 2019-2020

Primera Division atau Superliga Argentina musim 2019-2020 menggunakan format yang agak unik. Kompetisi tersebut dimulai 26 Juli 2019 dan akan berakhir pada 31 Mei 2020.

Ada 24 tim yang berkompetisi. Sejumlah 22 tim merupakan mereka yang bertahan pada musim 2018-2019 dan dua tim promosi dari Primera B Nacional 2018-2019 (Arsenal dan Central Cordoba). Racing merupakan juara bertahan Primera Divsion.

Baca juga: Carlos Tevez Minta Lionel Messi Tak Pensiun dari Argentina

Nah, kompetisi ini memiliki dua turnamen yakini Superliga dan Copa de la Superliga.

Dalam Superliga, yang bergulir 26 Juli 2019 hingga 9 Maret 2020, setiap tim bermain sebanyak 23 kali dengan sistem round-robin atau setengah kompetisi.

Pada akhir musim, tim-tim Primera Division akan ambil bagian dalam Copa de la Superliga. Para peserta dibagi dalam dua grup yang masing-masing berusia 12 tim.

Berbeda dengan musim sebelumnya, di mana hanya pertandingan liga yang dipertimbangkan untuk kualifikasi dan degradasi turnamen internasional, putaran pertama Copa de la Superliga pada musim ini juga akan diperhitungkan dengan total 34 pertandingan.



Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Copa Libertadores, Beda Ambisi Santos dan Palmeiras

Copa Libertadores, Beda Ambisi Santos dan Palmeiras

Liga Lain
Wayne Rooney Resmi Pensiun, Jadi Pelatih Full Time Derby County

Wayne Rooney Resmi Pensiun, Jadi Pelatih Full Time Derby County

Liga Inggris
Breaking News - Piala AFC U16 dan U19 2021 Resmi Dibatalkan

Breaking News - Piala AFC U16 dan U19 2021 Resmi Dibatalkan

Sports
Thailand Open - Tak Terbendung, Greysia/Apriyani Melaju ke Semifinal

Thailand Open - Tak Terbendung, Greysia/Apriyani Melaju ke Semifinal

Badminton
Jadi Pemain Terbaik Desember 2020, Bruno Fernandes Tuai Rekor

Jadi Pemain Terbaik Desember 2020, Bruno Fernandes Tuai Rekor

Liga Inggris
Terkait Nasib Liga 1, Arema FC Berharap Semesta Memberikan Kelancaran

Terkait Nasib Liga 1, Arema FC Berharap Semesta Memberikan Kelancaran

Liga Indonesia
Ahsan/Hendra Tumbang, Ganda Putra Dipasrahkan kepada Pasangan 19 Tahun

Ahsan/Hendra Tumbang, Ganda Putra Dipasrahkan kepada Pasangan 19 Tahun

Badminton
Thailand Open, Kata Pasangan Tua Inggris Usai Tumbang dari Ganda 19 Tahun Indonesia

Thailand Open, Kata Pasangan Tua Inggris Usai Tumbang dari Ganda 19 Tahun Indonesia

Badminton
Thailand Open 2021 - Sempat Beri Perlawanan Sengit, The Daddies Tumbang

Thailand Open 2021 - Sempat Beri Perlawanan Sengit, The Daddies Tumbang

Badminton
Inter Milan Vs Juventus, Duel Dua Super Striker yang Lebih Tajam dari 12 Klub Serie A

Inter Milan Vs Juventus, Duel Dua Super Striker yang Lebih Tajam dari 12 Klub Serie A

Liga Italia
Thailand Open 2021, Jonatan Christie Tak Berkutik di Hadapan Axelsen

Thailand Open 2021, Jonatan Christie Tak Berkutik di Hadapan Axelsen

Badminton
Dua Aspirasi Persib dalam Pertemuan Bersama PT LIB

Dua Aspirasi Persib dalam Pertemuan Bersama PT LIB

Liga Indonesia
Kunci Keberhasilan Anthony Ginting Melaju ke Semifinal Thailand Open

Kunci Keberhasilan Anthony Ginting Melaju ke Semifinal Thailand Open

Badminton
Jadwal Final Piala Super Spanyol, Barcelona Era Koeman Bidik Trofi Perdana

Jadwal Final Piala Super Spanyol, Barcelona Era Koeman Bidik Trofi Perdana

Liga Spanyol
Perjalanan Leo/Daniel ke Semifinal dan Potensi Lawan Ahsan/Hendra di Final Thailand Open

Perjalanan Leo/Daniel ke Semifinal dan Potensi Lawan Ahsan/Hendra di Final Thailand Open

Badminton
komentar di artikel lainnya
Close Ads X